Bocah 12 Tahun Tewas di Balik Kasur, Kakak Tiri Jadi Tersangka
Bocah 12 Tahun Tewas di Balik Kasur, Kakak Tiri Tersangka

Bocah 12 Tahun Tewas di Balik Kasur, Kakak Tiri Jadi Tersangka

Suasana mencekam menyelimuti Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Sebuah tragedi berdarah mengguncang warga setempat pada Selasa (3/3/2026) sore. Seorang bocah berusia 12 tahun, berinisial AS, yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar, ditemukan tewas mengenaskan di balik kasur rumahnya.

Pelaku Terungkap: Kakak Tiri Korban

Setelah melakukan penyelidikan intensif, kepolisian berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan keji ini. Tersangka adalah kakak tiri korban sendiri, seorang pria berinisial MZ (28). Motif di balik aksi brutal ini diduga kuat akibat akumulasi dendam dan kecemburuan yang telah lama dipendam. MZ merasa tidak puas dengan perhatian orangtua yang dianggapnya tidak adil, sehingga emosinya meledak dan berujung pada tindakan kriminal.

Kronologi Penemuan Mayat yang Memilukan

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban, SS, sekitar pukul 16.00 WIB. Sepulang dari mengajar di madrasah, SS merasa ada yang tidak beres. Suasana rumah dua lantai mereka yang terletak di pinggir Jalan Raya Padalarang-Cipatat tampak terlalu sepi dari biasanya. Kecurigaan SS semakin memuncak saat ia naik ke lantai dua dan melihat kondisi kamar mandi yang tidak lazim.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah menelusuri ceceran darah yang ditemukan, ia akhirnya sampai di sebuah kamar. Di sana, posisi kasur dalam keadaan terbalik. Dengan hati berdebar, SS mengangkat kasur tersebut dan menemukan anaknya, AS, telah meninggal dunia dalam kondisi yang menyayat hati. Penemuan ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga dan menimbulkan duka mendalam di tengah masyarakat.

Polisi kini masih mendalami kasus ini lebih lanjut untuk memastikan semua fakta dan bukti terkumpul. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga untuk mencegah konflik yang berujung fatal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga