Polisi Bongkar Kios Diduga Jual Obat Keras di Pasar Rebo Usai Video Petasan Viral
Polisi Bongkar Kios Obat Keras di Pasar Rebo Usai Video Viral

Polisi Bongkar Kios Diduga Jual Obat Keras di Pasar Rebo Usai Video Petasan Viral

Sebuah video yang menunjukkan seorang pria melempar petasan ke arah sebuah kios di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat menyalakan petasan dari luar kios sebelum mengarahkannya ke dalam ruko yang etalasenya memajang kosmetik. Beberapa detik kemudian, terdengar ledakan keras, dan tak lama setelah itu, seorang penjaga keluar sambil membawa senjata tajam.

Kapolres Jaktim Langsung Turun Tangan

Tak lama setelah video itu ramai dibicarakan, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengunggah video lain melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, terlihat seorang perwira polisi berseragam dinas lapangan memeriksa sebuah kios di wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pengecekan dilakukan di tiga lokasi berbeda yang berada di Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Kalisari.

Salah satu lokasi yang diperiksa berada di Jalan Raya Bogor Kilometer 28, yang disebut dalam video viral sebelumnya. Di tempat itu, polisi masuk ke dalam kios bersama pemilik bangunan untuk melakukan pemeriksaan mendalam. Petugas kemudian naik ke lantai atas bangunan, namun ruangan di bagian atas terlihat kosong, hanya terdapat karpet merah di lantai serta beberapa barang seperti tong sampah kecil dan kipas angin yang tampak rusak.

Kios Diduga Sudah Beroperasi Enam Bulan

Dalam keterangan resmi yang ditulis oleh akun Instagram @alfiannurrizal.id, kios tersebut sebelumnya disewakan kepada seseorang yang diduga telah menjalankan usaha sekitar enam bulan. Pemilik kontrakan mengatakan penyewa itu sudah tidak terlihat sejak beberapa hari terakhir. "Berdasarkan keterangan pemilik kontrakan, kios tersebut sebelumnya disewakan kepada seseorang yang diduga telah beroperasi kurang lebih selama enam bulan," tulis akun tersebut.

Ketika polisi datang melakukan pemeriksaan, kios yang diduga menjual obat keras itu telah tutup selama dua hari. Penutupan itu terjadi sejak Sabtu, 7 Maret 2026, tak lama setelah video penyerangan petasan beredar di media sosial. "Saat dilakukan sidak, kios yang diduga menjual obat keras tersebut telah tutup selama dua hari, tepatnya sejak Sabtu, 7 Maret 2026, setelah beredar video viral di media sosial terkait penyerangan petasan oleh orang tak dikenal ke arah kios tersebut," ucap pernyataan resmi.

Polisi Temukan Obat-obatan Terlarang

Petugas kemudian melakukan pembongkaran dan pemeriksaan kios dengan disaksikan oleh ketua RT setempat serta pemilik bangunan untuk memastikan kondisi di dalam kios. Sementara itu, dari salah satu kios di Jalan Lestari, polisi menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga keras. Di antaranya:

  • 15 papan atau sekitar 150 butir obat jenis trihexyphenidyl
  • 250 butir obat kuning yang diduga tramadol

Seluruh obat itu kini diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut. "Saat ini barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," tandas pernyataan tersebut. Video viral ini diunggah oleh akun Instagram @badanperwakilannetizen sekitar 14 jam sebelum polisi turun ke lokasi, dengan klaim bahwa aksi penyerangan dipicu dugaan penjualan obat keras golongan G.