Warga Basmi Ikan Sapu-sapu di Jaktim, Malah Tertangkap Pengguna Sabu
Sebuah kejadian tak terduga terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, ketika warga setempat yang sedang melakukan kerja bakti untuk membasmi ikan sapu-sapu justru berhasil mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu. Insiden ini terjadi pada Senin (20/4/2026) kemarin dan langsung menjadi perhatian aparat kepolisian setempat.
Kecurigaan Muncul Saat Pria Mondar-mandir
Kapolsek Matraman, Kompol Suripno, menjelaskan bahwa awalnya warga sedang melakukan korve atau kerja bakti untuk mencari dan membasmi ikan sapu-sapu di lingkungan mereka. Tiba-tiba, perhatian mereka tertuju pada seorang pria berinisial A (32 tahun) yang mondar-mandir di sekitar lokasi dengan perilaku yang mencurigakan.
"Itu biasa kita korve nyari sapu-sapu, kebetulan ada bocah mondar mandir, mencurigakan. Orang yang kerja bakti pada nanya 'bocah mana itu' curiga. Itu bocah asing, ditanya mau kemana, nggak jelas. RT situ meriksa, dia (pelaku) malah mau pergi," ujar Suripno saat dihubungi pada Selasa (21/4/2026).
Penggeledahan dan Temuan Sabu
Karena kecurigaan yang semakin besar, warga pun melakukan penggeledahan terhadap pria tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan, mereka menemukan sabu yang dibawa oleh pelaku. Suripno menambahkan, "Digeledah ditemukan itu (sabu). Itu katanya dia beli sabu itu. Kemarin pengakuan dia 0,5 gram. Kemarin langsung dicek urine, hasilnya positif."
Sebelum diamankan oleh polisi, pelaku sempat mendapat perlakuan tidak biasa dari warga yang kesal dengan jawabannya yang tidak jelas. "Itu katanya kesal warga-warga situ. ditanya malah pelintat-pelintut nggak terus terang, akhirnya mau direndam tapi nggak ada airnya. Dimasukkin ke got itu, tapi nggak ada airnya," jelas Suripno mengenai insiden dimana pelaku diminta untuk berendam di got.
Proses Hukum dan Rehabilitasi
Setelah mendapatkan laporan dari warga, polisi langsung bergerak cepat untuk mengamankan pria berinisial A tersebut. Saat ini, pelaku masih ditahan di Polsek Matraman menunggu proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Suripno juga mengungkapkan rencana ke depan terkait penanganan kasus ini. "Nanti tinggal kita rujuk mau rehab atau bagaimana, kita koordinasi dengan kejaksaan. kalau bisa lanjut disidang kita lanjut, kalau direhab nanti kita carikan tempat rehabilitasi," imbuhnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas kerja bakti warga tidak hanya bermanfaat untuk kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat membantu mengungkap tindak kejahatan seperti penyalahgunaan narkoba. Kerja sama antara warga dan aparat kepolisian terbukti efektif dalam menangani kasus-kasus semacam ini di tengah masyarakat.



