Kerry Adrianto Ungkap Manfaat Terminal OTM: Hemat Rp17 Triliun dan Putus Ketergantungan Impor BBM
Terminal OTM Hemat Rp17 Triliun dan Putus Ketergantungan Impor BBM

Kerry Adrianto Paparkan Manfaat Strategis Terminal OTM di Sidang Korupsi Minyak Mentah

Dalam sidang lanjutan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang, Kerry Adrianto Riza selaku Beneficial owner PT Orbit Terminal Merak (OTM) hadir sebagai saksi mahkota. Ia membeberkan sejumlah keuntungan signifikan yang diperoleh Pertamina dari kerja sama penyewaan terminal BBM milik perusahaannya.

Keuntungan Ekonomi dan Efisiensi Operasional yang Mencapai Rp17 Triliun

Menurut keterangan Kerry di Pengadilan Tipikor Jakarta, ahli keuangan Renato Sitompul menyebut keuntungan Pertamina dari penyewaan terminal BBM OTM mencapai US$ 524 juta selama 10 tahun. Di luar angka tersebut, Pertamina juga memperoleh efisiensi operasional dari distribusi BBM yang sangat besar.

Berdasarkan kajian Surveyor Indonesia tahun 2023, efisiensi distribusi mencapai sekitar Rp 145 miliar per bulan. Jika dihitung sepanjang periode 2020 hingga 2025, penghematan itu setara dengan Rp 8,7 triliun. "Ditotal dapat Rp 17 triliun," tegas Kerry, yang mencerminkan keseluruhan manfaat diperoleh Pertamina baik dari sisi keuntungan langsung maupun efisiensi distribusi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Memutus Ketergantungan Impor BBM dari Singapura

Kerry menekankan bahwa kerja sama terminal BBM OTM dengan Pertamina bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. Kehadiran terminal BBM miliknya mampu mengurangi ketergantungan Pertamina terhadap pasokan BBM dari Singapura yang lebih mahal.

"Sebelum ada OTM, pelabuhan di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa Barat terbatas pada kapal kecil, sehingga impor BBM terpaksa bergantung pada Singapura agar biaya angkut tetap masuk akal," jelas Kerry.

Kini, dengan dermaga OTM yang mampu menampung kapal raksasa sekelas 110.000 DWT, Indonesia bisa mengimpor langsung dari luar Singapura dengan biaya per barel yang jauh lebih murah. Minyak kemudian didistribusikan kembali ke dermaga-dermaga kecil di berbagai wilayah.

"Artinya kita menghilangkan ketergantungan Sumatra, Kalimantan, dan Jawa Barat dari Singapura berkat OTM," catat dia. Berkat peran strategis tersebut, penyewaan terminal BBM OTM diperpanjang lagi selama 10 tahun dan masih digunakan Pertamina hingga kini.

Bantahan atas Tuduhan Kerugian Negara dan Tekanan dari Ayah

Meski aparat penegak hukum mengendus kerugian negara dari kerja sama dengan OTM yang dihitung sebagai "total loss", Kerry menyatakan hal tersebut tidak masuk akal. Ia menegaskan kerja sama dilakukan bukan kontrak fiktif dan Pertamina sering melakukan pendidikan di OTM.

"Operasi kita itu 45 kapal dalam 1 bulan dan kami terminal terbaik di Indonesia. Pertamina kirim pegawainya ke OTM untuk training. Pegawai OTM itu training di luar negeri, kok total loss? Kan jasanya ada," heran Kerry.

Kerry juga membantah keras dakwaan jaksa ihwal kontrak sewa terminal BBM yang disebut dilakukan secara terpaksa atas tekanan sang ayah, Riza Chalid, melalui rekan bisnis Irawan Prakoso. "Tidak, beliau tidak pernah terlibat dalam usaha saya. Usaha saya ini saya rintis semua sendiri tanpa keterlibatan Irawan Prakoso dan Mohamad Riza Chalid," tegas Kerry.

Kondisi Keuangan yang Menantang dan Dukungan Pemegang Saham

Kerry mengungkapkan bahwa pada periode 2014 hingga akhir 2016, Pertamina tidak membayar biaya sewa kepada OTM. Akibatnya, untuk menjaga kelangsungan kontrak dan menghindari gagal bayar terhadap kewajiban bank, para pemegang saham OTM terpaksa memberikan pinjaman internal.

"Saat itu saya harus meminta pinjaman dari para pemegang saham, kalau tidak, kami bisa gagal bayar," ujar Kerry. Keterangan ini dipertegas oleh Gading Ramadhan Joedo selaku Presiden Direktur PT OTM yang juga bersaksi di pengadilan.

Gading menyampaikan bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) memantau secara ketat rekening OTM, karena hingga Oktober 2015 belum ada dana masuk dari Pertamina. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran BRI mengingat arus kas perusahaan harus tetap sehat agar kewajiban terhadap bank dapat terpenuhi.

Dengan berbagai penjelasan tersebut, Kerry Adrianto Riza berusaha menunjukkan bahwa terminal OTM memberikan manfaat nyata bagi Pertamina dan ketahanan energi nasional, sekaligus membantah berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga