Ahli Ungkap Kajian Era Nadiem Sudah Mengarah ke Pengadaan Chromebook
Kajian Era Nadiem Diduga Mengarah ke Chromebook

Ahli TI Ungkap Kajian Era Nadiem Sudah Mengarah ke Pengadaan Chromebook

Ahli Teknologi Informasi dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Mujiono Sadikin, mengungkapkan bahwa hasil kajian yang dibuat pada era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim telah mengarahkan pada pengadaan laptop Chromebook. Pernyataan ini disampaikan Mujiono dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dokumen Kajian dan Sumber Data dari Google

Mujiono, yang dihadirkan oleh jaksa dalam persidangan, menyebutkan bahwa kesimpulannya didasarkan pada analisis terhadap tiga dokumen resmi dari Kemendikbudristek era Nadiem. Dokumen-dokumen tersebut mencakup kajian awal, kajian akhir, dan bahan presentasi terkait kebutuhan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Untuk dokumen akhir dan slide presentasi, melihat sumber datanya dan kemudian melihat rekomendasinya, saya bisa menyatakan bahwa sudah mengarah ke Chromebook," kata Mujiono di hadapan majelis hakim.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurutnya, sumber data yang digunakan dalam kajian akhir sebagian besar berasal dari Google, yang menurut Mujiono memengaruhi isi dan rekomendasi kajian tersebut. "Dari sumber data yang kajian kedua, semua informasi diambilnya dari Google, dan sebagian besar dari Google. Maka dengan demikian karena banyak informasi dari sana, keputusan pasti dipengaruhi oleh informasi yang paling banyak tadi yaitu dari Google," jelasnya.

Rekomendasi Chromebook dalam Bahan Presentasi

Selain kajian akhir, Mujiono juga menilai bahwa bahan presentasi yang disusun oleh Kemendikbudristek telah secara jelas merekomendasikan penggunaan Chromebook. "Kemudian yang slide presentasi itu sudah jelas disebutkan bahwa sudah direkomendasikan Chromebook, walaupun di situ juga direkomendasikan juga Microsoft Windows untuk satu sekolah tapi 15 yang lainnya kalau saya tidak salah baca lagi itu sudah direkomendasikan Chromebook. Jadi sudah dalam bentuk rekomendasi untuk yang slide presentasi," ujarnya.

Pertanyaan tentang Kebutuhan CDM untuk AKM

Dalam kesaksiannya, Mujiono juga menyoroti penggunaan Chrome Device Management (CDM) dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dari Kemendikbudristek. Ia berpendapat bahwa penggunaan CDM untuk tujuan AKM sebenarnya tidak diperlukan.

"Kalau hanya dikaitkan dengan AKM, barangkali karena yang menggunakan anak-anak siswa sekolah barangkali perlu pengaturan misalnya tidak boleh pada saat belajar situs-situs tertentu tidak boleh dibuka. Tapi kalau tujuannya hanya untuk AKM sebenarnya tidak diperlukan CDM. Tidak diperlukan," tegas Mujiono.

Tanggapan Nadiem Makarim dan Konteks Kasus

Nadiem Makarim, yang hadir sebagai terdakwa dalam sidang ini, menanggapi klaim Mujiono terkait CDM. Nadiem membela penggunaan CDM dengan menyatakan bahwa tanpa alat tersebut, akan terjadi kecurangan massal dalam pelaksanaan asesmen nasional.

"Tadi juga saksi ahli tidak mengetahui berkat CDM, kita bisa memaksa instalasi aplikasi, seperti aplikasi merdeka mengajar, asesmen nasional, kita bisa paksa diinstal. Bukan cuma itu, melindungi dari aplikasi yang tidak bisa digunakan. Tanpa CDM, itu bakal terjadi kecurangan massal dalam asesmen nasional," kata Nadiem usai sidang.

Kasus ini berawal dari dakwaan korupsi terhadap Nadiem Makarim terkait pengadaan laptop Chromebook selama masa jabatannya sebagai Mendikbudristek. Proyek tersebut diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun. Nadiem telah mengajukan eksepsi, namun hakim menolaknya dan memutuskan untuk melanjutkan sidang ke tahap pembuktian.

Sidang ini menjadi sorotan publik, mengingat Nadiem adalah mantan menteri yang dikenal dengan berbagai kebijakan transformatif di bidang pendidikan. Persidangan diharapkan dapat mengungkap lebih lanjut mengenai proses pengadaan dan potensi penyimpangan yang terjadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga