Debat Sengit Jahmada Girsang dan Refly Harun Nyaris Berujung Adu Jotos
Debat Jahmada Girsang vs Refly Harun Nyaris Adu Jotos

Debat Sengit Jahmada Girsang dan Refly Harun Nyaris Berujung Adu Jotos

Nama Jahmada Girsang mendadak menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam debat yang sangat panas dengan pakar hukum tata negara Refly Harun. Peristiwa ini terjadi saat keduanya hadir sebagai narasumber dalam sebuah program stasiun televisi nasional pada Selasa malam, 21 April 2026. Diskusi yang awalnya berjalan normal berubah memanas dan nyaris berujung pada adu jotos antara kedua tokoh tersebut.

Topik Perdebatan yang Memicu Ketegangan

Perdebatan sengit antara Jahmada Girsang dan Refly Harun berpusat pada isu ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Dalam tayangan tersebut, suasana mulai tegang ketika kedua pihak saling menyanggah mengenai pengelolaan buku Jokowi's White Paper. Jahmada Girsang hadir dalam kapasitasnya sebagai pengacara untuk Rismon Sianipar, sementara Refly Harun mewakili kepentingan Roy Suryo.

Setelah debat yang penuh tensi, Refly Harun berusaha meredakan situasi dengan menyalami Rismon Sianipar sambil berkelakar, menyebut bahwa Rismon menggunakan pengacara yang dijuluki raja konten. Namun, ketika Refly kemudian menyalami Jahmada Girsang dan mengucapkan, "Ini teman saya yang paling baik. Tetapi ketika belok, dia tidak ngomong," respons Jahmada justru memicu insiden yang hampir berakhir dengan kekerasan fisik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Insiden Nyaris Adu Fisik di Studio

Jahmada Girsang tampak tidak terima dengan ucapan Refly Harun tersebut. Dia enggan melepaskan tangan Refly dan berusaha mendorongnya sambil berteriak, "Saya nggak terima!" Aiman Witjaksono, yang bertindak sebagai pembawa acara, segera turun tangan untuk melerai ketegangan yang memuncak ini. Beberapa narasumber lain yang hadir juga ikut campur untuk mencegah situasi menjadi lebih buruk.

Profil Jahmada Girsang: Dari Hukum ke Pelayanan

Jahmada Girsang adalah seorang profesional hukum dengan pengalaman yang cukup panjang. Saat ini, dia menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia. Latar belakang pendidikannya dimulai dari Fakultas Hukum Universitas Jayabaya di Jakarta Timur, di mana dia meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1987. Dua dekade kemudian, dia kembali ke almamaternya untuk menyelesaikan Magister Hukum pada 2013.

Perjalanan kariernya mencakup berbagai posisi penting, mulai dari Asisten Lawyer di Kantor Hukum Effendi Perangin, S.H. & Associates pada 1988, hingga memimpin departemen sumber daya manusia dan hukum di beberapa perusahaan ternama. Sejak 2003, Jahmada telah mendirikan dan memimpin Law Offices Jahmada Girsang & Partners sebagai Managing Partners.

Di luar dunia hukum, dedikasinya meluas ke bidang pelayanan dan organisasi. Dia aktif sebagai Sintua di GKPS Salemba, terlibat dalam Perkumpulan Advokat Batak Indonesia (PERABI), dan berkontribusi sebagai Wakil Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia PERADI SAI. Perdebatan dengan Refly Harun ini menambah catatan publik tentang sosoknya yang biasanya lebih dikenal dalam lingkup profesional dan keagamaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga