Food Vlogger Codeblu Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Laporan Pemerasan Clairmont
Codeblu Diperiksa Bareskrim Polri Soal Dugaan Pemerasan

Food Vlogger Codeblu Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Dugaan Pemerasan

Badan Reserse Kriminal Markas Besar (Bareskrim Mabes) Polri telah memeriksa seorang pembuat konten video tentang makanan atau food vlogger yang dikenal dengan nama Codeblu, alias William Anderson. Pemeriksaan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk kasus yang melibatkan dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan.

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Andrian Pramudianto, mengonfirmasi hal tersebut pada Selasa, 21 April 2026. "Ya, sedang diperiksa untuk diambil keterangannya," ujar Andrian, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai materi pertanyaan yang diajukan oleh penyidik kepada Codeblu selama proses pemeriksaan berlangsung.

Latar Belakang Laporan dari Clairmont

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Codeblu dilaporkan ke pihak berwajib oleh PT Prima Hidup Lestari, yang merupakan pemilik dari brand Clairmont. Laporan ini resmi diajukan pada bulan Februari 2026, menyusul insiden yang membuat pihak Clairmont merasa menjadi korban pemerasan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Insiden tersebut berawal dari review produk Clairmont yang diberikan oleh Codeblu, di mana produk tersebut mendapatkan penilaian yang buruk. Setelah review negatif itu dipublikasikan, pihak Clairmont kemudian menerima tawaran dari Codeblu berupa jasa konsultasi. Tawaran ini bertujuan untuk membantu memperbaiki citra produk Clairmont agar kembali positif di mata publik.

Namun, PT Prima Hidup Lestari menilai bahwa harga yang diminta oleh Codeblu untuk jasa konsultasi tersebut terbilang terlalu besar dan tidak wajar. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa tawaran tersebut memiliki niat terselubung untuk melakukan pemerasan, sehingga mendorong perusahaan untuk melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri.

Proses pemeriksaan terhadap Codeblu masih terus berlanjut hingga saat ini, sementara pihak berwajib masih mendalami lebih jauh keterangan dan bukti-bukti yang terkait dengan laporan dari Clairmont. Kasus ini menyoroti potensi konflik antara konten kreator dan merek dalam industri makanan, serta pentingnya etika dalam memberikan review produk secara transparan dan adil.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga