Wakapolri Pantau Arus Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Jakarta-Luar Kota Lancar
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan pemantauan situasi arus mudik Lebaran 2026 melalui udara pada hari kedua Operasi Ketupat 2026. Dari ketinggian, Komjen Dedi melaporkan bahwa arus lalu lintas yang keluar dari Jakarta berjalan dengan sangat lancar, meskipun telah terjadi peningkatan volume kendaraan.
Pemantauan dari Udara dan Command Center
Setelah melakukan pemantauan dari udara, Komjen Dedi meninjau Command Center di KM 29 Cikarang, Jawa Barat, pada Sabtu (14/3/2026) siang. Di sana, ia memantau kondisi lalu lintas secara real time melalui layar besar. Dari pantauannya, arus kendaraan di tol menuju Cikampek, Cirebon, perbatasan Jawa Tengah di Tol Kalikangkung, hingga exit Ngawi di Jawa Timur, semuanya dalam kondisi sangat lancar.
"Secara umum, saya pantau dari udara, arus lalu lintas yang keluar Jakarta berjalan sangat lancar dan meskipun sudah ada peningkatan, tetapi dalam kategori masih sangat lancar," kata Komjen Dedi.
Kesiapan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Komjen Dedi juga mengecek kesiapan Command Center sebagai pusat pengendalian operasi pengamanan mudik. Menurutnya, hasil analisis dan evaluasi dari hari pertama hingga kedua operasi menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama dua pekan, mulai 13 Maret sampai 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Polri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri atas:
- 1.624 pos pengamanan
- 779 pos pelayanan
- 343 pos terpadu
Pos-pos ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek, termasuk masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Meski arus lalu lintas saat ini lancar, Komjen Dedi memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Salah satunya adalah penerapan contraflow di tol Jakarta-Cikampek jika terjadi kepadatan.
"Contraflow ini dipersiapkan dan diantisipasi sekitar tiga jam sebelum diskresi dilakukan. Apabila nanti sore terjadi kepadatan keluar dari Jakarta ke arah Cikampek, maka akan dilaksanakan contraflow," tutur Komjen Dedi.
Selain itu, rekayasa lalu lintas malam hari juga disiapkan. Jika arus di ruas Cikampek melebihi 6.000 kendaraan per jam, sistem satu arah (one way) akan diberlakukan. "Jika nanti malam arus lalu lintas melalui Cikampek sudah di atas 6.000 kendaraan per jam, maka akan dilakukan rekayasa one way dan rekayasa lainnya," pungkasnya.
Kondisi Lalu Lintas ke Wilayah Lain
Selain tol Trans Jawa, arus kendaraan menuju wilayah barat, seperti tol menuju Merak, juga terpantau normal. Komjen Dedi menyebut bahwa di Merak, upaya pengalihan khususnya untuk kendaraan sumbu tiga telah dilakukan dengan mengeluarkannya ke jalur arteri di luar jalan tol.
Dengan persiapan yang matang dan pemantauan ketat, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman dan lancar bagi seluruh masyarakat.
