Saiful Mujani Diperiksa 37 Pertanyaan Soal Dugaan Hasut Jatuhkan Prabowo
Saiful Mujani Diperiksa 37 Pertanyaan Soal Dugaan Hasut

Pengamat politik Saiful Mujani menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya pada Kamis, 4 Juni 2026. Ia dicecar 37 pertanyaan oleh penyidik Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penghasutan yang dilayangkan terhadap dirinya.

Pertanyaan Seputar Pernyataan di Acara Utan Kayu

Saiful mengungkapkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut berfokus pada pernyataannya dalam acara Halalbihalal Pengamat di Utan Kayu, Jakarta Timur. Dalam acara itu, ia melontarkan pertanyaan, "Apakah kita bisa mengonsolidasikan diri kita untuk menjatuhkan Prabowo?"

"Saya diminta menjelaskan maksud dari pertanyaan itu," kata Saiful kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya. Ia menegaskan bahwa pertanyaan tersebut merupakan respons terhadap pernyataan Feri Amsari yang berharap pada mekanisme impeachment.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konsolidasi Sulit Dilakukan

Dalam keterangannya kepada polisi, Saiful menjelaskan bahwa mengonsolidasikan diri menjadi kekuatan besar untuk menjatuhkan Prabowo adalah hal yang sulit. "Saya jawab, 'Mengonsolidasikan diri kita menjadi kekuatan besar untuk menjatuhkan Prabowo itu sulit, dan karena itu saya bertanya ke publik, terserah publik menjawabnya'. 'Kenapa aksi massa secara damai sebagai alternatif, karena jalan lain tertutup'," tutur akademisi UIN Jakarta tersebut.

Latar Belakang Laporan

Polda Metro Jaya menerima dua laporan terhadap Saiful Mujani terkait dugaan penghasutan. Salah satu laporan diajukan oleh Robina Akbar dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur pada 8 April 2026 dengan nomor LP/B/2428/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Imbauan Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau publik untuk tidak membawa perkara ini ke ranah politik atau SARA. "Kami juga mengajak untuk kita sama-sama bijak, tidak menjadikan laporan dua warga masyarakat tadi terkait tentang kriminalisasi, dibawa ke isu SARA, politik," kata Budi pada Jumat, 10 April 2026.

Saiful sendiri menyatakan siap menjalani proses hukum dan berharap pemeriksaan ini dapat memberikan kejelasan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga