Polri Optimalkan Pengamanan Rest Area untuk Cegah Kriminalitas saat Mudik 2026
Polri Maksimalkan Penjagaan Rest Area Cegah Kriminal Mudik

Polri Tingkatkan Pengawasan di Rest Area untuk Antisipasi Kriminalitas Selama Arus Mudik

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengoptimalkan sistem pengamanan di berbagai rest area sepanjang jalur mudik Lebaran 2026. Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi tindakan kriminal yang kerap terjadi di area istirahat tersebut selama periode arus balik pemudik.

Enam Satuan Tugas Dikerahkan untuk Pengawasan Menyeluruh

Brigjen Faizal, selaku Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, telah disiapkan enam satuan tugas khusus yang bertanggung jawab atas pengamanan rest area. "Kami telah mengkoordinasikan dengan satgas tindak pidana dan satgas penegakan hukum (Gakkum) untuk menjalankan berbagai langkah pencegahan yang komprehensif," ungkap Faizal dari Command Center PJR Korlantas Polri di Km 29 Cikarang, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari (15/3/2026).

Lebih lanjut, Faizal menekankan bahwa strategi pengamanan tidak hanya mengandalkan personel kepolisian, tetapi juga melibatkan secara aktif petugas keamanan setempat yang bertugas di setiap rest area. "Kami akan memberdayakan seluruh elemen pengamanan yang ada, termasuk satpam dan mitra kerjasama lainnya, untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi kendaraan dan masyarakat yang beristirahat," tambahnya dengan penuh keyakinan.

Antisipasi Antrean SPBU dan Prediksi Lonjakan Kendaraan

Selain fokus pada keamanan rest area, Korlantas Polri juga telah menyiapkan skenario penanganan untuk mengantisipasi kemungkinan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Faizal menegaskan bahwa pihaknya telah merancang skema lalu lintas khusus agar antrean kendaraan tidak mengganggu kelancaran arus utama. "Kami sudah mempersiapkan segala kemungkinan. Jika terjadi antrean, kami pastikan itu tidak berdampak pada pengguna jalan lain dan hanya bersifat sementara," jelasnya dengan rinci.

Operasi Ketupat 2026 sendiri berlangsung selama dua pekan, dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, dengan prediksi total perjalanan mudik mencapai angka fantastis yaitu 143,9 juta perjalanan. Pada hari kedua operasi, tercatat sebanyak 459.570 ribu kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta, namun masih terdapat sekitar 76,9 persen atau setara dengan 3,2 juta kendaraan yang belum bergerak keluar dari ibu kota.

Mayoritas kendaraan pemudik tersebut menuju arah Timur Pulau Jawa dengan dominasi kendaraan pribadi. Korlantas Polri memprediksi bahwa puncak lonjakan arus kendaraan akan terjadi pada rentang tanggal 18 hingga 20 Maret 2026, sehingga pengamanan di rest area dan titik-titik rawan lainnya akan terus ditingkatkan secara maksimal.