Polisi Selidiki Kematian Dokter PPDS Unsrat Meski Tanpa Laporan Keluarga
Polisi Selidiki Kematian Dokter PPDS Unsrat tanpa Laporan Keluarga

Kepolisian Resor Kota Manado tengah menyelidiki kasus kematian seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang diduga mengalami depresi berat akibat perundungan atau bullying. Meskipun belum ada laporan resmi dari pihak keluarga, penyelidikan tetap dilakukan.

Penyelidikan Tanpa Laporan Keluarga

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, dalam keterangannya pada Rabu (8/7/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan. Satreskrim Polresta Manado telah berkoordinasi dengan RSUP Prof Dr Kandou Manado, khususnya Instalasi Forensik, untuk memperoleh informasi mengenai penanganan jenazah korban.

"Penyelidikan ini mulai dari menelusuri informasi yang beredar di media sosial, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, mengumpulkan dokumen, hingga meminta keterangan dari sejumlah pihak," ungkap Elwin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemeriksaan Fisik Luar Tanpa Autopsi

Berdasarkan keterangan pihak forensik, terhadap jenazah korban hanya dilakukan pemeriksaan fisik luar sesuai permintaan keluarga. Pihak keluarga tidak mengajukan permintaan autopsi. Hal ini menyebabkan penyebab pasti kematian secara medis belum dapat dipastikan secara menyeluruh.

"Seluruh informasi yang berkembang, termasuk dugaan adanya perundungan, masih kami dalami dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta. Penyebab pasti kematian secara medis belum dapat dipastikan secara menyeluruh," kata Elwin.

Pendalaman Informasi dan Dugaan Bullying

Elwin menambahkan bahwa pihak keluarga hingga saat ini belum membuat laporan polisi secara resmi terkait dugaan perundungan maupun dugaan tindak pidana lainnya. Meski demikian, polisi tetap melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang beredar.

"Kami tetap melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang beredar. Apabila nantinya ditemukan fakta, alat bukti, maupun unsur pidana yang cukup, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Kematian dokter PPDS Unsrat ini terungkap setelah yang bersangkutan tidak hadir saat jaga. Dugaan bullying di lingkungan PPDS menjadi sorotan publik, namun polisi masih menunggu bukti lebih lanjut untuk memastikan adanya tindak pidana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga