Polisi Musnahkan 397 Senpi Rakitan Ilegal di Sumsel
Polisi Musnahkan 397 Senpi Rakitan Ilegal di Sumsel

Polda Sumatera Selatan memusnahkan 397 senjata api rakitan ilegal dalam Operasi Senpi Musi 2026 yang berlangsung pada 12 hingga 27 Juni. Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menyatakan bahwa dari total tersebut, 284 pucuk merupakan laras panjang dan 113 pucuk laras pendek. Operasi ini juga menghasilkan penangkapan 31 tersangka penyalahgunaan senpi ilegal.

Negara Hadir untuk Keamanan Masyarakat

Irjen Sandi Nugroho menegaskan bahwa hasil operasi ini signifikan dan menunjukkan kehadiran negara dalam mengamankan masyarakat dari penyalahgunaan senjata api. "Hasil operasi ini jumlahnya cukup signifikan, baik itu laras panjang maupun laras pendek. Ini menandakan bahwa negara hadir untuk mengamankan masyarakat dalam hal kegiatan yang berhubungan dengan senjata api," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).

Menghilangkan Rasa Takut Masyarakat

Sandi menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan menghilangkan rasa takut masyarakat akibat maraknya pelaku kejahatan yang menggunakan senpi. Dengan demikian, masyarakat dapat beraktivitas, bekerja, beribadah, dan bersekolah dengan aman tanpa rasa takut karena peredaran senpi yang berkurang. "Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban ini merupakan representasi dari negara hadir di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyerahan Sukarela Meningkat

Dari 397 senpi yang dimusnahkan, sebanyak 234 senpi ilegal merupakan milik masyarakat yang diserahkan secara sukarela. Menurut Sandi, hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terkait kepemilikan senpi ilegal. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menyebut pemusnahan ini sebagai peringatan tegas bagi seluruh pelaku kejahatan. Ia mengimbau masyarakat yang masih menyimpan atau mengetahui keberadaan senpi ilegal untuk segera menyerahkannya kepada aparat terdekat sebelum dikenakan tindakan hukum tegas. "Kami sangat mengapresiasi warga yang telah proaktif dan berani menyerahkan senpi rakitannya secara sukarela," jelasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga