Polda Sumsel Perkuat Pengamanan Mudik 2026 dengan Langkah Strategis
Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumatera Selatan telah memperkuat pengamanan jalur mudik melalui sejumlah langkah strategis demi menjaga kelancaran lalu lintas. Pihak kepolisian berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di wilayah Sumatera Selatan selama periode arus mudik Lebaran ini.
Kebijakan Pengantongan Kendaraan Berat di Perbatasan
Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah kebijakan pengantongan kendaraan bersumbu tiga ke atas di titik strategis, yakni di Pos Lantas Sumarlin KM 225 yang berada di kawasan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, tepatnya di wilayah Musi Banyuasin. Kebijakan ini bertujuan memisahkan arus kendaraan logistik bermuatan besar dari kendaraan pribadi para pemudik, sehingga potensi kemacetan maupun risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir secara signifikan.
Aktivasi Tim Urai Macet untuk Patroli dan Rekayasa Lalu Lintas
Selain itu, Polda Sumsel juga mengaktifkan Tim Urai Macet yang terdiri dari personel gabungan Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Samapta. Tim ini disiagakan di kawasan Timbangan KM 12 Banyuasin untuk melaksanakan patroli bergerak sekaligus melakukan rekayasa lalu lintas secara cepat apabila terjadi peningkatan volume kendaraan. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dengan efisien dan responsif.
Optimalisasi Pos Pengamanan di Lubuk Linggau
Pengamanan turut diperkuat di wilayah Lubuk Linggau melalui optimalisasi empat pos strategis, yaitu:
- Pos Pelayanan Stasiun
- Pos Terpadu Lippo
- Pos Pengamanan Simpang Periuk
- Pos Pengamanan Petanang
Keberadaan pos-pos tersebut diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode arus mudik, dengan pemantauan yang intensif di titik-titik rawan.
Analisis Rutin dan Koordinasi Lintas Satuan
Di tingkat Polda, Satgas Operasi Ketupat Musi juga secara rutin melakukan analisis dan evaluasi terhadap perkembangan situasi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa koordinasi lintas satuan menjadi kunci keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini.
"Pengantongan kendaraan berat di perbatasan, pengaktifan Tim Urai Macet, serta pemantauan di seluruh pos merupakan langkah strategis agar perjalanan pemudik tetap aman dan lancar," tegasnya, Minggu (15/3/2026).
Melalui berbagai langkah tersebut, Polda Sumsel berkomitmen memastikan arus mudik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman hingga tiba di tujuan. Upaya ini mencerminkan kesiapan aparat dalam menghadapi tantangan lalu lintas selama musim mudik.



