Sejumlah perjalanan kereta api dari Stasiun Gambir mengalami keterlambatan atau delay dampak kecelakaan antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo yang terjadi di perlintasan Bekasi Timur. Meski demikian, banyak penumpang memilih untuk tetap setia menunggu dan tidak membatalkan perjalanan mereka.
Penumpang Bertahan Meski Terlambat
Salah satu penumpang yang terkena dampak di Stasiun Gambir adalah Sinsin, yang akan menaiki Kereta Api Taksaka tujuan Yogyakarta. Kereta tersebut dijadwalkan berangkat pukul 07.45 WIB, namun hingga pukul 09.20 WIB belum juga bergerak. Sinsin mengaku sudah berada di dalam gerbong sejak pukul 07.40 WIB.
"Oh, saya dari sebelum 07.45 ya di dalam kereta. Sekarang sudah jam sembilan, jadi sudah 1 jam lebih. Katanya sih berangkatnya nggak tahu kapan," ujar Sinsin saat ditemui pada Selasa (28/4/2026).
Sinsin yang sedang dalam perjalanan untuk agenda gathering kantor bersama rombongan 14 orang memilih untuk tetap menunggu. Ia mengaku tidak berniat membatalkan tiket karena seluruh akomodasi di Yogyakarta sudah terbayar lunas.
"Niat ngebatalin sih kita sampai saat ini nggak ada ya. Ya tetap setia masih menunggu saja, karena semua sudah terbooking ya kan, nggak mungkin kita cancel. Sudah (pesan) hotel 2 malam 3 hari," jelasnya.
Sinsin juga menyampaikan rasa prihatin atas insiden kecelakaan yang menjadi penyebab keterlambatan ini. "Ya mau nggak mau ya, karena kita tetap balik lagi prihatin ya dengan saudara-saudara kita, namanya musibah. Kita terima apa adanya," tambah Sinsin.
Penumpang Lain Juga Terdampak
Cerita serupa datang dari Adin (25), penumpang Kereta Api Gunung Jati tujuan Semarang. Adin yang berencana pulang kampung juga ikut menunggu di stasiun karena keberangkatan kereta yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB ikut terdampak.
"Rencana mau ke Semarang. Kalau yang saya booking itu tetap berangkat, cuma tadi informasi yang saya dapat sih delay. Karena yang jam 7 aja belum berangkat, jadi ya mungkin masih nunggulah, delay-nya nggak tahu berapa lama," tutur Adin.
Adin mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan resmi melalui email terkait keterlambatan keberangkatan imbas insiden di Bekasi tersebut. Ia baru tahu setelah bertanya kepada petugas stasiun.
"Kalau di email belum ada, tapi tadi dapat info gara-gara nanya ke petugas yang operasional. Sempat melihat di berita katanya ada yang di Bekasi tabrakan, ya sudah jadinya mungkin ya delay-nya gara-gara itu," ungkapnya.
Meski jadwal keberangkatannya mundur, Adin memaklumi kondisi yang ada. Baginya, insiden kecelakaan merupakan tragedi yang tidak diinginkan oleh siapa pun.
"Harusnya sampainya jam 2 siang. Karena delay mungkin bakal lebih sore sampainya. Nggak bisa ngapa-ngapain juga, mau marah juga nggak bisa, namanya tragedi, mau gimana lagi," pungkas Adin.
Kronologi Kecelakaan
Sebagai informasi, peristiwa kecelakaan terjadi pada pukul 20.50 WIB, Senin (27/4) malam. Kecelakaan kereta terjadi tepatnya di Stasiun Kereta Bekasi Timur. Akibat kejadian ini, sejumlah perjalanan kereta api dari wilayah Daop 1 Jakarta pada hari ini mengalami keterlambatan keberangkatan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak dari kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, semalam.
"Sejumlah perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen mengalami keterlambatan karena harus menunggu antrean perjalanan," kata Franoto melalui keterangannya, Selasa (28/4).
Franoto menambahkan bahwa keterlambatan disebabkan oleh penyesuaian antrean perjalanan kereta. Ia memastikan bahwa pengaturan perjalanan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan operasional.



