Pengendara Motor Bawa Batu Ancam Warga di Pondok Labu, Polisi Lakukan Pengecekan
Motor Bawa Batu Ancam Warga di Pondok Labu, Polisi Cek Lokasi

Video Viral Pengendara Motor Bawa Batu Ancam Warga di Pondok Labu, Polisi Lakukan Pengecekan Lokasi

Sebuah video yang menunjukkan aksi pengancaman oleh seorang pengendara sepeda motor terhadap warga di wilayah Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, telah beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang viral tersebut, terlihat dengan jelas pengendara motor itu membawa sebuah batu besar di tangannya, siap untuk digunakan sebagai alat ancaman.

Kronologi Kejadian Pengancaman di Jalan Pondok Labu

Video yang pertama kali dilihat oleh publik pada hari Jumat, 6 Maret 2026, ini merekam peristiwa yang disebut-sebut terjadi sehari sebelumnya, yaitu pada Kamis, 5 Februari 2026. Adegan dimulai ketika perekam video sedang melintas di jalan tersebut dan mendapati seorang pengendara sepeda motor yang dengan terang-terangan melawan arah arus lalu lintas.

Sebagai bentuk peringatan atas pelanggaran lalu lintas yang membahayakan tersebut, perekam video kemudian membunyikan klakson kendaraannya. Namun, alih-alih mengoreksi kesalahannya, pengendara motor itu malah mendatangi perekam video dengan membawa batu dan sepotong kayu, menunjukkan sikap mengancam yang sangat jelas dan menakutkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah melakukan aksi ancamannya, pengendara motor tersebut langsung pergi meninggalkan lokasi. Yang lebih memprihatinkan, ia tetap melanjutkan perjalanannya dengan tetap melawan arah, menunjukkan sikap tidak peduli terhadap keselamatan lalu lintas dan hukum yang berlaku.

Respons Cepat dari Kepolisian Sektor Cilandak

Dimintai konfirmasi terkait viralnya video ini, Kapolsek Cilandak, Kompol Gusprihatin Zen, menyatakan bahwa pihaknya telah segera melakukan pengecekan ke lokasi kejadian di Pondok Labu. Meskipun hingga saat ini korban atau perekam video belum datang melapor secara resmi, polisi tetap berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini dengan serius.

"Kami belum menerima laporan resmi dari korban, namun hal itu tidak menyurutkan langkah kami untuk menindaklanjuti kejadian ini. Saat ini, kami sedang berupaya mencari saksi-saksi yang mungkin melihat langsung kejadian tersebut di lokasi," jelas Kompol Gusprihatin Zen dengan tegas.

Pencarian saksi mata yang menyaksikan insiden pengancaman ini sedang diintensifkan oleh jajaran Polsek Cilandak. Kapolsek juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Jakarta Selatan, untuk segera melaporkan setiap kejadian serupa atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya yang mereka saksikan.

"Saya mengimbau masyarakat luas, apabila melihat adanya gangguan kamtibmas, segera telepon saja ke call center polisi di nomor 110. Jangan ragu untuk melapor, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama," tambah Gusprihatin memberikan penekanan.

Kejadian ini menyoroti kembali pentingnya kesadaran berlalu lintas dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi tindak kekerasan di jalanan. Polisi mengingatkan bahwa pelanggaran lalu lintas seperti melawan arah tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat memicu konflik horizontal di antara pengguna jalan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga