Polda Banten mengungkap bahwa mata elang (matel) yang membacok dua anggota Brimob di Kota Serang diduga terlibat dalam kasus penggelapan mobil hasil tarikan dari penunggak. Mereka tidak menyerahkan mobil tersebut kepada pihak leasing, melainkan menggunakannya sebagai kendaraan operasional bahkan menjualnya kembali.
Dua Mobil Fortuner Disita
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan menyatakan bahwa polisi telah menyita dua unit mobil Toyota Fortuner yang digunakan sebagai kendaraan operasional para matel. Kedua mobil tersebut ternyata milik perusahaan leasing yang tidak pernah diserahkan oleh para pelaku.
“Diduga hasil penarikan matel tidak diserahkan ke leasing, namun digelapkan dan digunakan sebagai kendaraan operasional dengan pelat nomor palsu,” ujar Dian pada Kamis (4/6/2026).
Koordinasi dengan Leasing
Polda Banten akan berkoordinasi dengan dua perusahaan leasing pemilik Fortuner tersebut. Laporan dari pihak leasing diperlukan untuk menjerat para tersangka dengan pasal penggelapan.
“Kami akan berkoordinasi dengan leasing, apakah mereka bersedia membuat laporan polisi bahwa barang yang diamankan matel tidak diserahkan kepada leasing,” jelasnya.
Selain itu, para matel juga memperjualbelikan mobil hasil tarikan. Tindakan ini jelas merugikan perusahaan pembiayaan.
“Ada yang diperjualbelikan sendiri oleh para matel,” tambah Dian.
Pemerasan terhadap Korban
Dian juga mengungkapkan bahwa komplotan debt collector asal Tangerang ini tidak hanya mengambil kendaraan yang menunggak, tetapi juga memeras korbannya.
“Mereka meminta sejumlah uang dari pemegang unit. Jika berhasil memberikan uang, kendaraan dilepas. Namun jika tidak, kendaraan diambil oleh matel,” katanya.
Uang tersebut bukan untuk pembayaran utang, melainkan murni untuk keuntungan pribadi para pelaku.
“Bukan bayaran tunggakan. Jadi meminta uang agar korban lepas dari kejaran matel,” tegasnya.
Empat Tersangka Ditangkap
Sebelumnya, Polda Banten menangkap kelompok debt collector yang melakukan pengeroyokan dan pembacokan terhadap anggota Brimob di Serang. Hingga kini, empat orang telah ditangkap, sementara enam lainnya masih dalam pengejaran.
Pengejaran terus dilakukan ke sejumlah lokasi persembunyian. Polisi telah mengantongi identitas seluruh pelaku.



