Memasuki hari keempat kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, ratusan warga menggelar salat istisqa di halaman Masjid Jami Al Mujahidin pada Jumat (3/7). Ibadah ini dilakukan untuk memohon turunnya hujan guna mempercepat pemadaman kebakaran yang telah terjadi sejak Selasa (30/6).
Salat Istisqa dan Doa Bersama
Pantauan di lokasi menunjukkan jemaah mulai berdatangan sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelum salat dimulai, imam memberikan penjelasan mengenai tata cara salat istisqa. Sekitar pukul 07.45 WIB, salat berjemaah dilaksanakan dan dilanjutkan dengan doa bersama.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Mauk, Agus Romadhoni, mengatakan salat istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah kebakaran yang berdampak luas. "Dengan salat istisqa kita minta ampun kepada Allah, berdoa mudah-mudahan segera diturunkan hujan dan dihindarkan dari segala musibah bencana alam khususnya TPA di Jatiwaringin sudah mulai padam dan terkendali," kata Agus.
Ia berharap musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. "Harapan kita semua, kita semua lewat musibah tadi disadarkan untuk menjaga lingkungan, kemudian bertakarrub kepada Allah, lebih mendekatkan diri kepada Allah agar kita semua terhindar dari bencana," harapnya.
Operasi Modifikasi Cuaca Masih Dikaji
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengkaji rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah mempercepat pemadaman. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan pelaksanaan OMC menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan berdasarkan hasil pemantauan BMKG.
"Jadi kita menunggu adanya awan di daerah Jatiwaringin ini. Jadi setelah ada awan di area atas sini akan dilaksanakan OMC. Insyaallah mungkin dua sampai tiga hari ke depan kita bisa laksanakan operasi modifikasi cuaca, jadi dengan bantuan hujan buatan," ujar Djohan.
Api Baru 30 Persen Padam
Kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6). Hingga hari keempat, petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang membakar timbunan sampah. Sekitar 30 persen area yang sebelumnya terbakar dilaporkan telah berhasil dikendalikan. Namun, pantauan pada Jumat pagi menunjukkan api masih menyala di sejumlah titik, dengan kepulan asap pekat terus membumbung ke udara dan bergerak ke arah barat mengikuti angin.
Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur udara dan darat. Dua unit helikopter water bombing milik BNPB diterjunkan untuk menyiram titik api yang sulit dijangkau. Petugas pemadam kebakaran juga terus melakukan penyemprotan di sejumlah titik. Alat berat jenis excavator dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi, guna membuka akses menuju titik api di dalam gunungan sampah dan mencegah bara kembali menyala.
Akses jalan dari kawasan TPA menuju Kecamatan Sukadiri masih dibatasi, hanya diperbolehkan untuk kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait.
Tantangan Angin dan Penambahan Personel
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan pihaknya telah mengerahkan dua helikopter water bombing dan 18 unit armada pemadam kebakaran pada hari keempat. "Jadi sudah hari keempat, kita sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 pemadam kebakaran," ujar Djohan.
Menurutnya, sekitar 30 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan. Namun, embusan angin yang cukup kencang masih menjadi tantangan utama karena membuat api mudah merambat. "Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan itu pada saat dari pagi, siang, malam," jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan akan dilibatkan dengan menerapkan metode inject. "Jadi sistem inject ini nanti dibuat pipa. Nanti pipa itu dibolongin, termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan itu. Mungkin siang ini sudah mulai aksi," jelasnya.



