Kapolres Tangerang Kota Berikan Santunan kepada Agista, Bocah Penjual Lukisan yang Viral
Kapolres Tangerang Kota, AKBP Zain Dwi Nugroho, secara langsung memberikan santunan kepada Agista, seorang bocah perempuan berusia 8 tahun yang belakangan viral di media sosial karena berjualan lukisan. Tindakan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial dari institusi kepolisian terhadap anak-anak yang membutuhkan bantuan.
Latar Belakang Kisah Agista yang Menyentuh Hati
Agista, yang berasal dari keluarga kurang mampu, menjadi perhatian publik setelah video dan foto dirinya menjual lukisan di pinggir jalan tersebar luas di platform digital. Bocah ini diketahui harus membantu perekonomian keluarganya dengan cara tersebut, sehingga memicu simpati dari banyak netizen. Kisahnya yang mengharukan itu akhirnya sampai ke telinga aparat kepolisian setempat.
"Kami tergerak untuk membantu setelah melihat kondisi Agista yang masih sangat belia namun sudah harus bekerja," ujar AKBP Zain Dwi Nugroho dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa pemberian santunan ini merupakan bagian dari program kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang berada dalam situasi sulit.
Detail Bantuan yang Diberikan Kapolres
Santunan yang diberikan oleh Kapolres Tangerang Kota kepada Agista mencakup beberapa bentuk bantuan, antara lain:
- Bantuan tunai untuk kebutuhan sehari-hari keluarga Agista.
- Paket sembako dan perlengkapan sekolah untuk mendukung pendidikannya.
- Pendampingan sosial untuk memastikan kesejahteraan Agista ke depannya.
AKBP Zain menekankan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat material, tetapi juga diikuti dengan upaya untuk memantau perkembangan Agista, agar ia dapat tumbuh dan belajar dengan layak seperti anak-anak seusianya. "Kami berharap ini dapat meringankan beban keluarganya dan memberi Agista kesempatan yang lebih baik," imbuhnya.
Respons Masyarakat dan Dampak Positif
Kepedulian Kapolres Tangerang Kota ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak warga yang mengungkapkan dukungannya melalui komentar di media sosial, menyebut tindakan ini sebagai contoh nyata dari peran polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Selain itu, viralnya kisah Agista juga telah memicu gelombang solidaritas dari individu dan kelompok lain yang turut memberikan bantuan serupa. Hal ini menunjukkan bagaimana sebuah cerita yang menyentuh dapat menggerakkan banyak pihak untuk berbuat kebaikan.
Kapolres Tangerang Kota berkomitmen untuk terus menjalankan program-program sosial serupa, dengan fokus pada anak-anak dan keluarga prasejahtera di wilayah hukumnya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain dalam meningkatkan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.



