Bripda Chardes, Kandidat Hoegeng Awards 2026, Kelola Panti Asuhan untuk Anak Yatim di Sorong
Bripda Chardes Jourdan Otniel Timate, seorang polisi dari Polsek Aimas, menunjukkan kepedulian sosial yang luar biasa dengan mengelola Panti Asuhan Sinar Kasih di Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Bersama istrinya, dia berdedikasi penuh untuk merawat anak-anak asli Papua, yang mayoritas adalah yatim piatu.
Usulan untuk Hoegeng Awards 2026
Atas kepeduliannya, Bripda Chardes diusulkan dalam Hoegeng Awards 2026 oleh Dony Kaburuang, warga Sorong. Dony memuji komitmen tinggi Bripda Chardes dalam mengurus anak-anak dengan kesabaran dan kasih sayang. "Pak Chardes dikenal sebagai orang baik hati, bertanggung jawab, dan penyayang. Dia dan istrinya mengurus anak-anak yatim dengan tekad kuat," kata Dony.
Dony, yang mengenal dekat Bripda Chardes, menceritakan bahwa setiap hari panti asuhan ini berjalan lancar. Kegiatan rutin termasuk mengurus anak-anak, menyiapkan makanan, dan pada hari Sabtu, mereka sering mengajak anak-anak ke pantai untuk hiburan. "Pokoknya setiap hari panti asuhan itu jalan terus. Mereka tidak pernah berhenti menebar kebaikan," tambahnya.
Dedikasi antara Tugas Polisi dan Panti Asuhan
Dony mengagumi kemampuan Bripda Chardes membagi waktu antara tugas sebagai polisi dan mengelola panti asuhan selepas dinas. Meski sibuk, tidak pernah ada kabar miring tentang kinerjanya. "Mungkin sulit bagi kita, tapi mereka berdua bisa menjalani tanpa masalah. Saya tidak pernah dengar panti itu bermasalah," ujar Dony.
Dony juga menggambarkan Bripda Chardes sebagai sosok periang yang tidak suka mengeluh. "Orangnya baik sekali, selalu menepati janji. Dia peduli dan terlihat senang dengan apa yang dilakukan di panti," imbuhnya.
Sejarah dan Pengelolaan Panti Asuhan Sinar Kasih
Bripda Chardes, yang juga kandidat Hoegeng Awards 2025, mulai mengelola panti asuhan ini setelah menikah pada 2022. Panti asuhan yang berdiri sejak 1995 ini sebelumnya dikelola oleh nenek dan ibunya. Tujuannya adalah memberikan pendidikan dan kehidupan layak bagi anak-anak asli Papua.
Panti asuhan ini telah mendapatkan SK dari Dinas Sosial Kabupaten Sorong dan menampung 50 anak, termasuk balita, siswa SMP, dan mahasiswa. "Yang terdaftar 50 semua, kita urus semua ke Dinas Sosial atas nama istri saya," jelas Bripda Chardes.
Fasilitas dan Biaya Operasional
Panti asuhan memiliki dua gedung: satu dibangun pada 2002 dan gedung baru tiga lantai dibangun pada 2022 dengan dana hibah Rp 6 miliar dari DPR Provinsi Papua. Biaya operasional bulanan sekitar Rp 15-20 juta, yang berasal dari dana pribadi Bripda Chardes dan istrinya, bantuan donatur, serta Dinas Sosial.
Anak-anak di panti asuhan bersekolah di sekolah negeri terdekat, dengan tiga di antaranya telah kuliah. Selain pendidikan formal, mereka juga mengikuti program keagamaan untuk membentuk karakter. "Program kami untuk menuntut pribadi yang mengenal Yesus dan punya masa depan baik," ucap Bripda Chardes.
Inspirasi dan Hasil yang Dicapai
Kepedulian Bripda Chardes ditanamkan sejak kecil oleh nenek dan ibunya. Dia tergerak melihat anak-anak di kampung Papua yang kekurangan akses pendidikan. "Kita datangi kampung-kampung, ambil anak-anak yang mau disekolahkan di kota, lalu kita bina di panti," katanya.
Dia bersyukur karena delapan anak mantan penghuni panti telah sukses, menjadi tentara, PNS, dan guru. Dedikasi Bripda Chardes ini menjadi contoh nyata pelayanan polisi terhadap masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan.



