Banjir Rendam Permukiman di Kebon Pala, Polisi Turun Tangan Evakuasi Warga
Direktorat Polairud Polda Metro Jaya telah melaksanakan operasi evakuasi terhadap warga yang terjebak akibat banjir di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur. Kejadian ini terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026, di mana polisi menggunakan perahu karet untuk membantu warga yang hendak berangkat bekerja, serta mengevakuasi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kombes Mustofa, selaku Dirpolairud Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa pemukiman warga di Kebon Pala sempat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 cm. "Kita membantu evakuasi warga yang mau berangkat kerja, mengevakuasi anak-anak dan lansia. Evakuasi dari komplek perumahan ke jalan," ujarnya saat dihubungi.
Bantuan Evakuasi Meluas ke Kendaraan dan Wilayah Lain
Selain mengangkut warga, anggota Tim SAR Ditpolairud juga turut membantu memindahkan kendaraan milik warga ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kerusakan akibat genangan air. "Anggota Tim SAR Ditpolairud menginformasikan ketinggian air kurang lebih 50 cm. Mereka membantu warga untuk memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih aman," jelas Mustofa.
Operasi bantuan tidak hanya terfokus di Kebon Pala. Direktorat Polairud juga melakukan patroli dan evakuasi di wilayah Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Personel yang diterjunkan bekerja sama dengan anggota TNI untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir, termasuk mengevakuasi wanita, anak balita, lansia, serta warga masyarakat yang sakit.
Kejadian banjir ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari pihak berwenang dalam menangani bencana alam di perkotaan. Upaya evakuasi yang dilakukan polisi dan tim SAR diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak serta memastikan keselamatan mereka selama kondisi darurat.



