Aipda Frits Bidara, seorang anggota Polres Kepulauan Sitaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menggagas program inovatif bernama Sidik Jari Gratis Presisi (SIGAP) Goes To School. Program ini memungkinkan perekaman sidik jari siswa dilakukan langsung di sekolah, tanpa perlu datang ke kantor polisi. Berkat inovasinya, Aipda Frits menjadi salah satu kandidat tiga besar dalam Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif.
Latar Belakang Program SIGAP Goes To School
Ide program ini muncul dari pengalaman Aipda Frits saat bertugas di Polres Kepulauan Sitaro. Wilayah kepulauan dengan kondisi geografis yang menantang menjadi alasan utama lahirnya inovasi ini. "Program ini memang sudah saya rencanakan sejak saya masuk ke Polres Kepulauan Sitaro, karena saya melihat kondisi geografis kita di Kabupaten Sitaro itu adalah wilayah kepulauan, wilayah perairan, saya melihat dan juga saya alami karena ketika mengurus persyaratan atau berkas-berkas banyak kendala karena faktor geografis," kata Frits dalam wawancara dengan detikcom.
Selain itu, gangguan jaringan internet yang sering terjadi membuat layanan online tidak bisa diandalkan. "Di tempat kita sering mengalami gangguan jaringan, jadi secara online memang juga ndak bisa," ujarnya. Keluhan warga, terutama anak sekolah, tentang jarak tempuh yang jauh dan biaya transportasi yang mahal menjadi pemicu utama. "Mereka mengeluh jarak tempuh yang harus mereka datangi, karena mengurus administrasi walaupun gratis ternyata mereka harus bayar kapal, kemudian mereka sampai di sini harus nginap sampai berapa hari," tambah Frits.
Pelaksanaan Program di Sekolah
Program SIGAP Goes To School bekerja sama dengan pihak sekolah. Siswa cukup membawa kartu keluarga saat perekaman sidik jari. "Mereka cukup datang saja membawa kartu keluarga, setelah itu kita langsung proses pengambilan sidik jari," jelas Frits. Inovasi ini disambut antusias oleh siswa dan guru.
Aliva Cahya Kuera, siswa SMA 1 Siau Barat, mengaku sangat terbantu. "Saya merasa senang sekaligus dihargai sebagai pelajar, karena pelayanan dilakukan dengan tertib, ramah dan profesional. Kegiatan ini mempermudah kami sebagai siswa dan membuat kami belajar bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan cepat, sehingga dapat mempermudah setiap urusan administrasi," kata Aliva.
Dukungan dari Kepala Sekolah dan Kapolres
Kepala SMA 1 Siau Barat, Roswati Papahang, menilai program ini sangat bermanfaat. "Ini sangat membantu ketika ada aplikasi perekaman sidik jari, mereka tidak repot-repot lagi ke Polres untuk merekam sidik jari, tetapi ini ibarat jemput bola, pihak kepolisian sudah datang ke sekolah untuk perekaman. Ini sangat menguntungkan bagi anak-anak kami, dari segi biaya kan tidak pakai transport," ucap Roswati.
Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, mengapresiasi inovasi ini. "Sebagai pimpinan saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Aipda Frits Bidara, dan saya pun sebagai pimpinan kegiatan-kegiatan inovatif seperti ini bisa ada generasi-generasi berikut di kepolisian yang bisa memunculkan hal-hal baru yang nantinya akan dinikmati oleh masyarakat," kata AKBP Iwan.
Dampak dan Harapan ke Depan
Program SIGAP Goes To School tidak hanya memudahkan siswa, tetapi juga membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus pidana melalui data sidik jari yang akurat. Inovasi ini diharapkan dapat ditiru oleh daerah lain yang memiliki kondisi geografis serupa. Aipda Frits berharap program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.



