Lansia di Pekanbaru Tewas Dipukul Kayu Saat Perampokan, Pelaku Gasak Cincin dan Uang
Lansia Tewas Dipukul Kayu Saat Perampokan di Pekanbaru

Lansia Tewas dalam Perampokan di Rumbai Pekanbaru

Pekanbaru - Seorang perempuan lanjut usia bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) ditemukan tewas setelah menjadi korban perampokan di kediamannya yang terletak di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Korban mengalami luka parah akibat dipukul dengan kayu berkali-kali oleh pelaku. Selain merenggut nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.

Barang Berharga yang Hilang

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan bahwa barang-barang berharga milik korban yang hilang antara lain cincin, perhiasan, paspor, dan uang tunai sebesar SGD 400 atau setara dengan sekitar Rp 4,6 juta. "Barang korban yang hilang itu adalah cincin, perhiasan-perhiasan, passport, dan uang SGD 400," ujarnya kepada wartawan pada Jumat (1/5/2026).

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (29/4) pagi hari. Saat itu, suami korban, Salmon Meha, mengajak istrinya untuk keluar rumah guna mengurus pajak kendaraan. Namun, Dumaris memilih untuk tetap tinggal di rumah sendirian. Sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon kembali ke rumah dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka. Ia kemudian masuk ke dalam kamar dan melihat situasi yang berantakan. Setelah mencari ke kamar mandi dan tidak menemukan istrinya, ia memeriksa ke dapur dan mendapati Dumaris sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan banyak bercak darah di lantai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyelidikan Polisi

Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkari untuk diautopsi. Rekaman CCTV yang terpasang di dalam rumah menunjukkan bahwa korban sempat dianiaya sebelum akhirnya tewas. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa empat orang saksi untuk pengembangan kasus. "Dari pengembangan ini sudah mengarah kepada seseorang, namun ini memerlukan pembuktian lebih lanjut," kata Kombes Pandra.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi melibatkan berbagai unsur teknis seperti Inafis dan DVI Polda Riau. Selain itu, tim psikolog juga diturunkan untuk memberikan pendampingan dan trauma healing kepada keluarga korban. "Kami juga menurunkan tim untuk trauma healing kepada keluarga korban, karena peristiwa ini menimbulkan dampak psikologis yang cukup berat," ungkapnya.

Kejadian ini telah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dan kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi berupaya menangkap pelaku perampokan yang telah mengakibatkan korban jiwa ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga