Hasil Autopsi Bocah Sukabumi Tewas: Luka Bakar di Sekujur Tubuh, Diduga Dianiaya Ibu Tiri
Kasus tragis kembali menimpa dunia anak-anak di Indonesia. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun dengan inisial NS, warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, tewas dalam kondisi yang memprihatinkan. Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik mengungkap fakta mengejutkan: terdapat luka bakar di hampir sekujur tubuh korban.
Luka Bakar Menyeluruh dari Kepala hingga Kaki
Kombes Carles Siagian, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, menjelaskan secara rinci temuan tim medis. "Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas," ujarnya seperti dilansir detikJabar, Sabtu (21/2/2026).
Lebih lanjut, Carles menyebutkan bahwa luka-luka bakar tersebut tersebar luas di berbagai bagian tubuh korban. "Luka bakar tersebut tersebar di sekujur tubuh, termasuk lengan, kaki, paha, dan tangan," jelasnya. Namun, pihak rumah sakit masih bersikap hati-hati dalam menyimpulkan penyebab luka tersebut.
Penyebab Kematian Masih Misterius
Meskipun luka bakar terlihat parah dan menyeluruh, tim forensik belum dapat memastikan apakah ini yang menyebabkan kematian NS. "Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar," imbuh Carles.
Yang lebih membingungkan, luka-luka tersebut secara medis dianggap tidak serta-merta mematikan. "Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," tegas Carles. Pernyataan ini menambah misteri di balik kematian bocah malang tersebut.
Kisah Pilu dari Sang Ayah
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban, Anwar Satibi (38). Saat itu, Anwar yang sedang bekerja sebagai tukang gigi di Kota Sukabumi, tiba-tiba mendapat telepon dari istrinya yang memintanya pulang segera.
"Saya ditelepon, 'pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas'. Itu kata istri saya," kenang Anwar dengan suara bergetar. Raja adalah panggilan akrab untuk NS.
Setibanya di rumah, pemandangan yang ia saksikan membuatnya terpana. "Pas sampai di rumah saya kaget kondisi anak saya sudah pada melepuh. Saya tanya kenapa? Dia (istri) jawab, ini kan sakit panas, makanya melepuh," tutur Anwar.
Awalnya, Anwar mengira kondisi anaknya hanya demam biasa. Ia bahkan sempat berniat membeli salep untuk mengobati luka melepuh tersebut. Namun, siang harinya kondisi NS semakin memburuk sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Pengakuan Mengejutkan dari Korban
Di tengah proses perawatan, seorang kerabat keluarga datang menjenguk dan menanyai NS tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jawaban yang keluar dari mulut bocah itu sungguh mengejutkan.
"Ditanya lah, ngaku dikasih minum air panas (oleh ibu tirinya). Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal," ungkap Anwar. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan adanya unsur penganiayaan dalam kasus ini.
Kondisi fisik NS saat ditemukan sangat memprihatinkan. Kulitnya melepuh di sejumlah bagian tubuh dan terdapat beberapa luka lebam yang mengindikasikan kemungkinan tindak kekerasan. Meski demikian, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan fakta sebenarnya.
Kasus ini menyisakan banyak pertanyaan: apakah luka bakar tersebut benar-benar akibat penganiayaan? Apa motif di balik tindakan keji terhadap anak yang masih belia? Dan yang paling penting, apakah ada pihak lain yang terlibat selain ibu tiri yang diduga sebagai pelaku?
Masyarakat Sukabumi pun berharap agar penyelidikan dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi NS. Kasus ini juga menjadi pengingat betapa rentannya posisi anak-anak dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis.



