Indonesia dan Korea Perkuat Kerja Sama Penanganan Kebakaran Hutan dan Pengelolaan Lestari
Indonesia-Korea Perkuat Kerja Sama Kebakaran Hutan dan Lestari

Indonesia dan Korea Selatan Tingkatkan Kolaborasi Kehutanan dengan Dua Dokumen Strategis

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Korea Forest Service (KFS) Republik Korea telah menandatangani dua dokumen kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi bilateral di bidang kehutanan. Penandatanganan ini dilakukan di Seoul, Korea Selatan, pada Rabu, 1 April 2026, oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dan Menteri Kehutanan Korea, Park Eunsik.

Dua Dokumen Kunci untuk Diplomasi Hijau

Kerja sama ini merupakan bagian dari diplomasi hijau dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam sektor kehutanan. Dua dokumen yang ditandatangani adalah Framework Arrangement on Cooperation on Priority Program in Forestry dan Memorandum of Understanding on Forest Fire Management and Post-Fire Restoration Cooperation.

Framework Arrangement berfungsi sebagai payung kerja sama strategis untuk mendukung penanganan perubahan iklim melalui sektor kehutanan. Ini mencakup berbagai aspek, seperti:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Pengelolaan hutan lestari
  • Rehabilitasi mangrove dan gambut
  • Pengembangan ekowisata
  • Perhutanan sosial
  • Penguatan pasar karbon hutan

Sementara itu, Memorandum of Understanding secara khusus mendorong kerja sama dalam pencegahan, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan pasca-kebakaran hutan. Fokusnya termasuk pemanfaatan teknologi canggih, seperti pemantauan berbasis satelit, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Prioritas Korea Selatan dalam Penanganan Kebakaran Hutan

Dalam pertemuan tersebut, Park Eunsik menekankan bahwa Kementerian Kehutanan RI adalah mitra paling strategis bagi KFS. Bahkan, perwakilan kehutanan Korea di luar negeri saat ini hanya ditempatkan di Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta, menunjukkan pentingnya Indonesia dalam kerja sama kehutanan Korea.

Park Eunsik juga menyoroti bahwa isu kebakaran hutan menjadi prioritas utama Pemerintah Korea. KFS saat ini mengoperasikan 55 unit helikopter pemadam kebakaran hutan yang didukung oleh 755 personel. Selain itu, upaya penanganan diperkuat oleh sekitar 250 unit helikopter tambahan dan 10.000 personel dari berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, militer, kepolisian, dan unit tanggap darurat nasional.

Lebih lanjut, KFS berencana meluncurkan satelit pemantauan kebakaran hutan pada September 2026. Satelit ini mampu melakukan pemantauan secara real time dan menjangkau hingga sekitar 55% wilayah Indonesia, meningkatkan efektivitas dalam deteksi dini dan respons cepat.

Manfaat bagi Indonesia dan Antisipasi El Nino

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat signifikan bagi Indonesia. Khususnya, dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Raja Juli menilai kerja sama ini sangat relevan, terutama dalam menghadapi potensi fenomena El Nino yang diproyeksikan terjadi pada Juni 2026.

Dukungan teknologi, peningkatan kapasitas, dan berbagi pengalaman dari Korea diharapkan dapat membantu Indonesia memperkuat sistem pengendalian kebakaran hutan. Ini termasuk pelatihan personel, implementasi teknologi canggih, dan strategi pemulihan pasca-kebakaran.

Implementasi dan Kemitraan Jangka Panjang

Kedua negara sepakat untuk mendorong implementasi kerja sama melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti:

  1. Pertukaran pengetahuan dan teknologi
  2. Pengembangan proyek bersama
  3. Pelatihan dan peningkatan kapasitas
  4. Penguatan jejaring kelembagaan melalui mekanisme Joint Consultation Committee

Kerja sama ini melanjutkan kemitraan panjang Indonesia dan Korea Selatan di sektor kehutanan yang telah terjalin selama lebih dari empat dekade. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat peran kedua negara dalam kerja sama regional dan global, mendukung upaya bersama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan iklim.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga