Pencarian Kapal Tenggelam di Malaysia Dihentikan, 39 WNI Ditemukan
Pencarian Kapal Tenggelam Malaysia Dihentikan, 39 WNI Ditemukan

Malaysia secara resmi mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan korban tragedi kapal terbalik yang membawa migran Indonesia di perairan lepas pantai Pulau Pangkor, negara bagian Perak. Total sebanyak 39 warga negara Indonesia (WNI) berhasil ditemukan dalam operasi yang berlangsung hampir sepekan tersebut.

Kronologi Penemuan Korban

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, menyampaikan bahwa informasi awal dari pihak Malaysia berdasarkan wawancara dengan awak kapal yang selamat menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 37 orang, dengan 14 orang dinyatakan hilang. Namun, dalam proses operasi pencarian di lapangan, otoritas SAR Malaysia menemukan tambahan korban sehingga total korban yang berhasil ditemukan mencapai 39 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 WNI selamat dan 16 lainnya dinyatakan meninggal dunia. Heni merinci bahwa para korban selamat berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koordinasi dengan Otoritas Malaysia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah, pendampingan terhadap korban selamat, serta fasilitasi kekonsuleran yang diperlukan bagi para WNI terdampak dan keluarganya. Kemlu juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas SAR dan Polisi Maritim Malaysia atas upaya pencarian dan penanganan para korban dalam kejadian tersebut.

Penghentian Operasi Pencarian

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak mengumumkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan telah berakhir pada Sabtu, 16 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah tidak ada lagi penemuan baru di area pencarian dalam beberapa hari terakhir. Operasi SAR sendiri telah berlangsung sejak kapal tenggelam pada Senin, 11 Mei 2026.

Pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, termasuk Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Kepolisian Maritim, hingga komunitas nelayan di sekitar lokasi kejadian. MMEA Perak menyebut bahwa jumlah penumpang dalam kapal diduga tidak sepenuhnya akurat sejak awal. Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan bahwa total korban adalah 37 orang, namun angka tersebut diyakini tidak akurat berdasarkan temuan di lapangan.

Kapal yang dilaporkan membawa puluhan penumpang tanpa dokumen itu tenggelam di perairan negara bagian Perak, Malaysia. Insiden ini menewaskan sejumlah penumpang dan memicu operasi pencarian gabungan yang berlangsung hampir sepekan sebelum akhirnya dihentikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga