Malam Mengerikan di Bekasi Timur: Lompat ke Rel Demi Selamat dari KA Argo Bromo
Mengerikan di Bekasi: Lompat ke Rel Selamat dari KA Argo Bromo

Perjalanan pulang Bachtiar dari Stasiun Rajawali, Jakarta Pusat, menuju Stasiun Cikarang berubah menjadi mimpi buruk pada Senin malam, 27 April 2026. Bermula pukul 19.50 WIB, semua tampak biasa. Namun, 40 menit kemudian, KRL Commuter Line yang ditumpanginya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek saat berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kronologi Kejadian

Bachtiar menaiki gerbong sembilan dari sepuluh rangkaian. Setelah melewati 11 stasiun, KRL tiba di Stasiun Bekasi sekitar pukul 20.30 WIB, lebih cepat dari biasanya. Kereta berhenti lama, lalu melanjutkan perjalanan ke Stasiun Bekasi Timur. Sesampainya di sana, kereta kembali berhenti dan pintu terbuka. Pengumuman mengatakan ada insiden mobil tertemper kereta, dan penumpang diminta menunggu 5-10 menit.

Karena penasaran, Bachtiar turun dari gerbong. Ia melihat sekuriti fokus ke depan. Dari pengalaman, ia tahu KA Argo Bromo biasanya melintas di jam yang sama. Dalam hati, ia bertanya-tanya apakah KA jarak jauh itu akan berhenti. Seketika, ia berbalik ke arah gerbong belakang dan melihat cahaya lampu KA Argo Bromo mendekat dengan cepat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Saat Tabrakan Terjadi

Lampu menyilaukan dan klakson panjang terdengar. Suara besi bergesekan menandakan rem darurat. Bachtiar berteriak, "Awas ada kereta!" Hanya sebagian penumpang yang mendengar. Beberapa detik kemudian, lokomotif menabrak gerbong khusus perempuan. Suara tabrakan sangat kencang. Refleks, Bachtiar melompat dari peron ke rel di jalur sebelah dan berlindung di bawah peron. Rambutnya dipenuhi pecahan beling.

Setelah hening beberapa detik, teriakan minta tolong, tangisan, dan panggilan nama terdengar. Bachtiar keluar dari bawah peron dan naik kembali. Asap masih terlihat. Beberapa pintu tertutup akibat tabrakan, dan lampu kereta mati. Ia mencoba mengevakuasi penumpang yang bisa ditolong. Gerbong perempuan remuk, sementara gerbong sembilan yang ia tumpangi tidak terkena langsung tetapi ikut terdampak, terangkat dan terdorong ke depan.

Evakuasi dan Dampak

Penumpang menyelamatkan diri melalui jendela karena pintu tidak bisa dibuka. Banyak lansia yang berusaha keluar. Bachtiar sempat melihat ke dalam gerbong perempuan yang ditabrak; kondisinya mengerikan dengan banyak korban. Jarak Stasiun Bekasi Timur ke Cikarang hanya 10 menit, namun perjalanan berakhir tragis di sana.

Polisi telah memeriksa 31 saksi dan terus mendalami kasus ini. Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangani penyidikan. Sementara itu, 76 korban telah dipulangkan, dan sisanya masih menjalani perawatan. Pengamat menekankan perlunya penutupan perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga