Ledakan Petasan Berujung Petaka di Grobogan, Pekalongan, dan Kediri Jelang Lebaran
Momen menjelang perayaan Idul Fitri berubah menjadi tragedi di beberapa daerah akibat ledakan petasan. Insiden ini terjadi di Grobogan, Pekalongan, dan Kediri, menewaskan belasan korban luka bakar serius.
Korban Luka Bakar di Grobogan
Di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, seorang pria bernama Muhammad Nur Attamimi (19) mengalami luka bakar setelah petasan yang ia racik meledak. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/3/2026) pukul 16.30 WIB, namun baru dilaporkan ke polisi pada pukul 23.00 WIB.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto menjelaskan, korban tergeletak dengan luka di bagian mata, lebam, dan luka bakar di tangan kanan akibat membuat petasan.
Sembilan Korban di Pekalongan
Ledakan petasan juga terjadi di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 02.23 WIB. Insiden ini melibatkan sejumlah remaja yang sedang merakit petasan jumbo, mengakibatkan sembilan orang luka.
Edi Purnomo, Ketua RT setempat, menyatakan bahwa empat korban mengalami luka parah, dengan satu di antaranya dalam kondisi paling kritis.
Tiga Korban Serius di Kediri
Sementara itu, di Dusun Pulorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, tiga orang menjadi korban ledakan petasan rakitannya. Mereka adalah AR (26), ZA (21), dan AD (17), yang mengalami luka bakar serius hingga beberapa jari tangan nyaris putus.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di area kebun bambu. Warga sempat mendengar tiga kali dentuman keras disertai teriakan minta tolong.
Wakapolres Kediri Kompol Harry meninjau lokasi dan menyampaikan keprihatinannya, menegaskan bahwa insiden ini menjadi peringatan keras. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.



