Kecelakaan Maut Mobil Sigra Tertabrak Kereta Api di Grobogan, Tiga Anggota Keluarga Tewas Saat Hendak Ziarah
Sebuah insiden tragis terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di mana satu unit mobil Sigra tertabrak kereta api Pandalungan di perlintasan kereta api manual. Kecelakaan ini menewaskan tiga orang yang merupakan anggota keluarga yang sedang dalam perjalanan untuk berziarah.
Kronologi dan Lokasi Kejadian
Kecelakaan terjadi pada Selasa (24 Februari 2026) malam di Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Perlintasan kereta api di lokasi tersebut merupakan jenis manual, yang meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak dilengkapi dengan pengamanan memadai.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengonfirmasi bahwa total ada tiga korban tewas dalam insiden ini. Awalnya, korban tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) saat evakuasi pertama dilakukan.
Identitas Korban dan Hubungan Keluarga
Ketiga korban tewas adalah laki-laki yang masih memiliki hubungan keluarga. Mereka diidentifikasi sebagai:
- Muhammad Rifqi Rahardian (41 tahun), penumpang mobil, beralamat di RT 4 RW 3 Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.
- Endri Prasetiyo (41 tahun), pengemudi mobil, beralamat di Desa Bantrung RT 3 RW 1, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
- Hany Puji Sulistyo (34 tahun), penumpang mobil, beralamat di Perum Pondok Randu Gede RT 4 RW 3, Desa Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.
Korban ditemukan oleh petugas sekitar pukul 07.30 WIB pada Rabu (25 Februari 2026), setelah keluarga melaporkan bahwa mobil tersebut berisi tiga orang. Keluarga datang ke Polsek untuk memberikan informasi, yang kemudian memicu pencarian lebih lanjut.
Tujuan Perjalanan dan Faktor Penyebab
Menurut keterangan Arif, ketiga korban sedang dalam perjalanan untuk berziarah. Mereka mengikuti navigasi arah dari aplikasi Google Maps, yang mungkin menyebabkan mereka tersasar dan melewati perlintasan kereta api yang berbahaya.
"Mereka keluarga, mereka masih ada hubungan saudara. Mau ziarah, mengikuti Google Maps, nyasar mungkin sampai lewat situ," ujar Arif, menjelaskan kemungkinan penyebab kecelakaan.
Insiden ini menyoroti pentingnya kehati-hatian saat menggunakan aplikasi navigasi, terutama di area perlintasan kereta api yang mungkin tidak memiliki sistem pengamanan otomatis. Kecelakaan ini juga mengingatkan akan risiko tinggi di perlintasan manual yang memerlukan perhatian lebih dari pengemudi.
Polres Grobogan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan maut ini. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, khususnya di wilayah perlintasan kereta api.



