Kecelakaan Maut di Tol Tegal Tewaskan Empat Pemudik Asal Bekasi
Insiden tragis terjadi di ruas tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di kilometer 290+700, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada pagi hari Kamis, 19 Maret 2026. Kecelakaan maut ini melibatkan sebuah minibus pribadi yang ditumpangi sekeluarga pemudik dan sebuah bus besar. Akibat kejadian tersebut, empat orang meninggal dunia dan satu balita berusia tiga tahun dalam kondisi kritis.
Diduga Pengemudi Mengantuk Sebabkan Mobil Oleng
Penyebab kecelakaan diduga kuat karena pengemudi minibus mengalami kantuk saat berkendara. Menurut keterangan Kanit Gakkum Polres Tegal, Iptu Henry Ade Birawa, mobil tersebut tiba-tiba oleng ke kanan dan menghantam bagian belakang kiri bus yang sedang melaju di jalur B. Kejadian ini terjadi pada saat arus mudik Lebaran yang padat, di mana tol tersebut menerapkan sistem satu arah.
"Diduga pengemudi mengantuk, kendaraan oleng ke kanan dan menabrak bagian belakang kiri bus," jelas Iptu Henry Ade Birawa saat dihubungi wartawan. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan faktor-faktor lain yang mungkin turut berkontribusi.
Korban Tewas dan Kondisi Kritis
Empat korban tewas dalam insiden ini adalah satu keluarga asal Cikarang, Bekasi, yang sedang melakukan perjalanan mudik menuju Petarukan, Kabupaten Pemalang. Tiga korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Siaga Medika Pemalang.
Menurut Indra dari pihak rumah sakit, sebagian besar korban meninggal akibat cedera kepala yang sangat berat. Sementara itu, satu korban lain yang merupakan anak berusia tiga tahun masih dalam kondisi kritis dan tengah menjalani pemeriksaan CT scan untuk evaluasi lebih lanjut.
Daftar Korban Kecelakaan
Berikut adalah daftar korban yang dihimpun dari RS Siaga Medika Pemalang:
- 4 Korban Meninggal:
- Gunawan (42 tahun)
- Devi Agustina (33 tahun)
- Nafisah Maisaroh (11 tahun)
- Narendra Dewan Gaozan (8 tahun)
- 1 Korban Luka: Satu anak berusia tiga tahun dalam kondisi kritis.
Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan keras bagi para pengemudi yang melakukan perjalanan mudik. Penting untuk selalu menjaga kondisi tubuh dan menghindari mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk, terutama di tengah arus mudik yang padat.



