Kebakaran Dahsyat Hanguskan Ribuan Rumah di Sabah Malaysia, Ribuan Warga Mengungsi
Kebakaran Hanguskan Ribuan Rumah di Sabah Malaysia

Kebakaran Dahsyat Hanguskan Ribuan Rumah di Desa Pesisir Sabah Malaysia

Sebuah bencana kebakaran besar melanda sebuah desa pesisir di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang mengakibatkan ribuan rumah hangus terbakar dan memaksa ribuan penduduk untuk mengungsi. Menurut laporan dari dinas pemadam kebakaran setempat, sekitar 1.000 unit rumah mengalami kehancuran total akibat kobaran api yang menyebar dengan cepat.

Kondisi Lingkungan Memperparah Penyebaran Api

Kepala pemadam kebakaran dan penyelamatan kota Sandakan, Jimmy Lagung, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran tersebut sekitar pukul 01.30 pada tanggal 19 April 2026. Angin kencang yang berhembus kencang ditambah dengan jarak antar rumah yang sangat berdekatan menjadi faktor utama yang menyebabkan api dengan mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

"Kondisi air yang sedang surut juga turut menghambat akses tim pemadam kebakaran untuk mencapai sumber air terbuka yang diperlukan dalam operasi pemadaman," jelas Lagung dalam pernyataannya. Situasi ini semakin memperumit upaya penyelamatan dan pemadaman yang dilakukan oleh petugas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ribuan Penduduk Terdampak Tanpa Korban Jiwa

Berdasarkan informasi yang dikutip dari kantor berita negara Bernama, polisi Sandakan melaporkan bahwa lebih dari 9.000 penduduk terkena dampak langsung dari musibah ini. Desa yang terbakar tersebut merupakan salah satu desa air di Sabah yang memiliki karakteristik rumah-rumah kayu yang dibangun di atas tiang.

Kawasan permukiman ini diketahui dihuni oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, termasuk warga yang tidak memiliki status kewarganegaraan dan masyarakat adat setempat. Meskipun kerusakan material sangat besar, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden kebakaran dahsyat ini.

Dampak Sosial dan Upaya Penanganan

Kebakaran yang menghanguskan ribuan rumah ini telah menimbulkan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat Sandakan. Ribuan keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu bantuan dari pemerintah setempat.

Pihak berwenang saat ini masih melakukan pendataan lebih lanjut mengenai jumlah pengungsi yang tepat serta kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Operasi pemadaman telah berhasil mengendalikan kobaran api, namun proses evakuasi dan penanganan pascabencana masih terus berlangsung untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga