Kebakaran Kontrakan di Bogor: Nenek dan Cucu Luka Bakar 80% Dirawat Intensif
Kebakaran Bogor: Nenek dan Cucu Luka Bakar 80% Dirawat Intensif

Kebakaran Kontrakan di Bogor Tengah Tewaskan Bayi dan Lukai Nenek-Cucu

Insiden kebakaran yang melanda tiga unit rumah kontrakan di Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serius. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (5/3/2026) malam, mengakibatkan satu bayi berusia 1,4 tahun meninggal dunia dan dua anggota keluarga lainnya mengalami luka bakar parah yang memerlukan perawatan intensif.

Kondisi Kritis Korban Luka Bakar

Dua korban yang selamat dari kobaran api tersebut adalah Ratna Julianti, seorang nenek, dan cucunya, Saud Marpaung. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PMI Bogor dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Menurut keterangan resmi dari pihak rumah sakit, kedua pasien mengalami luka bakar yang mencapai 80 persen dari total luas permukaan tubuh mereka.

dr Firmansyah Abdi, Direktur Pelayanan Medis RS PMI Bogor, memberikan penjelasan detail mengenai kondisi medis kedua korban. "Kondisi si nenek, yang saat ini berada di ruang intensif, mengalami luka bakar tingkat dua atau grade 2 dengan luas 80 persen," ujarnya kepada wartawan pada Jumat (6/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Firmansyah menambahkan bahwa pasien anak, Saud Marpaung, saat ini dirawat di Ruang Mawar dan penanganannya telah diambil alih oleh dokter bedah plastik. "Anak tersebut sementara akan dirawat secara lebih intensif di ruang intensif anak (PICU). Dokter bedah plastik akan merencanakan operasi pembersihan luka dan penggantian perban untuk memulihkan kondisi korban," imbuhnya.

Rencana Rujukan ke Rumah Sakit Tipe A

Kondisi luka bakar pada tubuh Ratna Julianti yang masuk kategori tingkat 2 atau grade 2 memerlukan penanganan medis yang lebih komprehensif. Firmansyah menjelaskan bahwa dengan kondisi tersebut, ditambah adanya kecurigaan trauma atau cedera pada saluran napas, perawatan terbaik yang dibutuhkan pasien harus dilakukan di rumah sakit tipe A.

"Karena di Bogor belum ada rumah sakit tipe A, kami sudah berkoordinasi dan mencoba memproses rujukan ke rumah sakit besar di Jakarta," sebut Firmansyah. Rumah sakit yang menjadi pertimbangan untuk rujukan tersebut antara lain RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS UI, atau RS Persahabatan yang memiliki fasilitas lebih lengkap untuk menangani kasus luka bakar parah.

Korban Tewas dalam Insiden Kebakaran

Sementara itu, satu korban lainnya dalam insiden kebakaran ini tidak dapat diselamatkan. Zaki, cucu dari Ratna Julianti yang berusia 1,4 tahun, meninggal dunia dalam kejadian kebakaran tersebut. Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengonfirmasi bahwa ketiga korban berasal dari satu keluarga yang sama.

"Korban ada tiga orang, satu itu umur 1,4 tahun atas nama Zaki, kemudian dua orang lagi usia dewasa luka-luka, sudah dibawa ke Rumah Sakit PMI," kata Waluyo pada Kamis (5/3/2026) malam. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan data lengkap mengenai identitas korban dan penyebab pasti kebakaran.

Dampak dan Respons Terhadap Bencana

Kebakaran yang menghanguskan tiga unit rumah kontrakan ini menambah daftar musibah yang terjadi di wilayah Bogor. Insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah yang sama, termasuk kebakaran warung soto mi akibat gas bocor yang menyebabkan pemiliknya terluka.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesadaran akan keselamatan kebakaran di permukiman padat penduduk, khususnya di kawasan kontrakan yang seringkali memiliki akses terbatas dan fasilitas keamanan yang minim. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap standar keselamatan bangunan di kawasan permukiman rawan kebakaran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga