Kapal Pelni Tabrak Permukiman Warga di Banda Neira, Begini Kronologinya
Peristiwa itu diduga dipicu gangguan pada mesin kapal.
Liputan6.com, Jakarta - Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 106 milik PT Pelni (Persero) menabrak permukiman warga di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa (28/4/2026). Peristiwa itu diduga dipicu gangguan pada mesin kapal. Kapolsek Banda, Iptu A. Rahayamtel mengatakan, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja, ada kerugian material sebesar Rp 60 juta.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula saat kapal yang baru tiba dari Pelabuhan Amahai bersiap untuk sandar di dermaga. Pada jarak sekitar 500 meter dari dermaga, nakhoda memerintahkan mesin dinetralkan. Namun kapal masih bergerak sehingga dilakukan manuver untuk bersandar.
Saat proses tersebut, kapal tetap melaju karena mesin kanan mengalami gangguan pada pengendali "throttle". "Pada saat kejadian, olah gerak kapal menggunakan dua mesin terdiri dari mesin kiri dan mesin kanan, namun mesin kanan mengalami 'error' pada 'handle throttle' (kapal tetap bergerak maju walau pun sudah dioper handle throttle untuk gigi mundur)," ujarnya, dilansir Antara.
Upaya memperlambat laju kapal dengan menjatuhkan jangkar tidak berhasil, sehingga kapal menabrak permukiman warga di sekitar pelabuhan.
Kerugian Material
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah warga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp 10 juta. Selain itu, satu unit perahu panjang (long boat) dan mesin ketinting milik warga juga rusak dengan nilai kerugian sekitar Rp 50 juta. Total kerugian mencapai Rp 60 juta.
"Motifnya akibat kelalaian pihak kapal namun tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini," kata Rahayamtel, Rabu (29/4/2026).
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut. PT Pelni diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan kapal untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.



