Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Kota Bogor, Belasan Rumah Terdampak
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Bogor, Belasan Rumah Terdampak

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Kota Bogor, Belasan Rumah Terdampak

Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor selama beberapa jam pada Selasa, 10 Maret 2026, memicu bencana banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Kejadian ini menyebabkan luapan sungai di dua kecamatan, yang mengakibatkan belasan rumah warga terendam air.

Dua Kecamatan Terdampak Banjir

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, banjir terjadi di Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Timur. Di Bogor Utara, luapan sungai Cilebak menggenangi rumah-rumah di Kelurahan Cimahpar dan Tanah Baru. Sementara itu, di Bogor Timur, sungai Cikeas meluap dan merendam permukiman di Kelurahan Katulampa.

Data sementara yang dikumpulkan oleh BPBD mencatat sedikitnya 19 rumah dan satu musala terdampak akibat luapan air tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengonfirmasi bahwa banjir mulai surut sejak pukul 16.40 WIB. "Banjir sudah surut sejak sore. Rumah-rumah terdampak sudah dibersihkan oleh warga sekitar," jelas Dimas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanah Longsor di Beberapa Titik

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu tanah longsor di berbagai lokasi di Kota Bogor. Beberapa area yang terdampak antara lain Kelurahan Cipaku, Bondongan, Katulampa, Tegalgundil, Tegallega, dan Jalan Lolongok di Kelurahan Empang. Insiden ini menunjukkan kerentanan wilayah perbukitan terhadap hujan deras.

Dimas menambahkan bahwa cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan properti, seperti atap rumah yang ambruk di Kompleks Rimba Bakti, Kelurahan Pasirkuda. Namun, ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangkaian bencana ini. "Tidak ada korban jiwa akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor," tegasnya.

Imbauan untuk Kewaspadaan

BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi, yang dapat memicu banjir luapan dan tanah longsor. Imbauan ini terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai atau lereng perbukitan, agar selalu siaga dan mengambil langkah-langkah pencegahan.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di daerah rawan, serta perlunya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga