Hujan dan Angin Kencang Terjang Bogor, 19 Rumah Rusak di Dua Kelurahan
Hujan & Angin Kencang Rusak 19 Rumah di Bogor

Hujan dan Angin Kencang Terjang Bogor, 19 Rumah Rusak di Dua Kelurahan

Bencana cuaca ekstrem melanda Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis siang (19/2/2026). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan signifikan pada belasan rumah warga di dua kelurahan berbeda. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung mendapat respons dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Rincian Kerusakan di Kelurahan Kencana dan Ciparigi

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh petugas BPBD Kota Bogor, total terdapat 19 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut. Kerusakan terbagi dalam dua lokasi utama:

  • Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal: Sebanyak 14 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama di Jalan Bubulak RT 001 dan RT 003/RW 004.
  • Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara: Lima rumah warga juga turut terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Kepala Satlak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prihadisasongko, menjelaskan bahwa mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang terhempas oleh angin kencang. "Atap rumah sebagian sudah diperbaiki secara swadaya oleh warga," ujarnya menambahkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Satu Rumah Ambruk, Tidak Ada Korban Jiwa

Selain kerusakan atap, laporan juga menyebutkan satu unit rumah di Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, mengalami keruntuhan. Rumah tersebut ambruk akibat hujan deras yang terjadi bersamaan dengan angin kencang pada Kamis siang.

Meskipun kerusakan material cukup parah, pihak BPBD Kota Bogor mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ini menjadi kabar baik di tengah situasi bencana yang melanda warga.

Imbauan Kewaspadaan terhadap Cuaca Ekstrem

Menyikapi kejadian ini, BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Cuaca yang tidak menentu, terutama di musim pancaroba, seringkali membawa angin kencang dan hujan deras yang berpotensi merusak infrastruktur permukiman.

Petugas BPBD terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan siap memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan. Warga diharapkan untuk segera melaporkan kerusakan atau kondisi darurat lainnya kepada pihak berwenang setempat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga