Gempa Guncang Indonesia Dua Kali di Akhir Pekan, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami
Gempa Guncang Indonesia Dua Kali di Akhir Pekan

Gempa Guncang Indonesia Dua Kali di Akhir Pekan, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami

Gempa hari ini, Minggu (19/4/2026) kembali menggetarkan wilayah Indonesia pada akhir pekan. Hingga pukul 20.15 WIB, tercatat dua kali lindu yang terjadi di berbagai daerah, menambah catatan aktivitas seismik di negeri yang rawan bencana ini.

Gempa Pertama di Nias Utara dengan Magnitudo 5,9

Gempa bumi pertama terjadi pada dini hari, tepatnya pukul 03:06:49 WIB, di wilayah Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 5,9 dengan kedalaman 10 kilometer. Meskipun berkekuatan di atas 5 Magnitudo, BMKG dengan tegas menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 48 kilometer barat daya Nias Utara, dengan episenter pada koordinat 1,14 Lintang Utara (LU)-97,04 Bujur Timur (BT). Guncangan dirasakan dengan intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) IV di Nias Barat, Nias Utara, dan Tapanuli Tengah, serta MMI V di Gunung Sitoli.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gempa Kedua di Lembata dengan Magnitudo 2,5

Selanjutnya, pada pukul 10:48:20 WIB, gempa bumi kembali terjadi di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa ini berkekuatan lebih kecil, yaitu magnitudo 2,5 dengan kedalaman 4 kilometer. Pusat lindu berada di darat, sekitar 25 kilometer utara Lembata, dengan episenter pada koordinat 8,25 Lintang Selatan (LS)-123,49 Bujur Timur (BT). Guncangan dirasakan dengan intensitas MMI II di Kabupaten Lembata.

Pemahaman dan Tanggap Bencana Gempa Bumi

Gempa bumi adalah bencana alam yang merusak dan dapat terjadi kapan saja dalam waktu singkat. Indonesia, sebagai wilayah rawan gempa, perlu meningkatkan kewaspadaan. Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba, yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Untuk menghadapi gempa, penting untuk tanggap bencana dengan mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan. Berikut langkah-langkah yang dapat diambil:

  • Sebelum gempa: Pastikan struktur rumah aman, kenali lingkungan kerja, siapkan alat darurat seperti kotak P3K dan senter, serta simpan bahan mudah terbakar dengan aman.
  • Saat gempa: Jika di dalam bangunan, lindungi diri di bawah meja; jika di luar, hindari bangunan dan pohon; jika di pantai, jauhi area untuk antisipasi tsunami.
  • Setelah gempa: Keluar dari bangunan dengan tertib, periksa korban dan lingkungan, hindari area berbahaya, dan dengarkan informasi resmi dari radio.

Dengan kesiapan yang baik, risiko kerugian nyawa dan materil akibat gempa bumi dapat diminimalisir. BMKG terus memantau aktivitas seismik dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga