Eks Kiper Semen Padang Jadi Korban Peluru Nyasar di UNP
Eks Kiper Semen Padang Korban Peluru Nyasar di UNP

Dua orang dilaporkan menjadi korban peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP) pada Rabu, 3 Juni 2026. Salah satu korban adalah Guruh Guwino, mantan kiper binaan Semen Padang FC.

Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi di area kampus UNP di kawasan Air Tawar, Padang. Guruh Guwino saat itu sedang menghadiri acara keluarga yang baru saja menyelesaikan ujian komprehensif. Selain Guruh, seorang mahasiswi jurusan Sosiologi bernama Nova juga terkena peluru nyasar. Kedua korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pernyataan Semen Padang FC

Komisaris Semen Padang FC, Bradity Maulevy, mengonfirmasi bahwa Guruh merupakan bagian dari akademi klub pada tahun 2020 dengan posisi kiper. Pada tahun 2021, ia dipinjamkan ke Karo United yang berhasil promosi ke Liga 2. Saat ini, Guruh tercatat bermain untuk klub Liga 4, Persitas Tasikmalaya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Klarifikasi dari Pihak UNP

Sekretaris UNP, Erianjoni, menjelaskan bahwa korban terkena peluru nyasar yang berasal dari latihan TNI di Lapai. "Anak-anak habis ujian seminar proposal, di depan rektorat itu. Mereka terkena tembakan peluru nyasar dari latihan TNI di Lapai, kompi latihan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa satu korban terkena di bagian paha, sementara lainnya adalah keluarga mahasiswa yang sedang menunggui.

Tanggapan TNI

Kepala Penerangan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, ia belum dapat memastikan apakah peluru berasal dari anggota TNI yang sedang latihan. "Memang benar ada insiden, di mana ada dua saudara kita yang terkena peluru nyasar. Namun belum bisa dipastikan apakah itu berasal dari peluru anggota kita yang sedang latihan," katanya. Ia menjelaskan bahwa pada saat bersamaan, sedang ada latihan tembak oleh salah satu Batalyon di kawasan Lapai, yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus. Meski demikian, pihak Kodam mengambil tanggung jawab untuk membantu korban, termasuk biaya penanganan medis.

Respons dan Evakuasi

Dari video yang beredar, terlihat kepanikan terjadi saat peristiwa berlangsung. Beberapa orang berusaha melakukan evakuasi dan membantu korban untuk dimasukkan ke ambulans. Insiden ini menjadi perhatian publik dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga