Bus Sugeng Rahayu Ringsek Usai Tabrak Jembatan Jurug di Solo, Empat Orang Luka
Sebuah bus milik perusahaan otobus Sugeng Rahayu dengan nomor polisi W-7541-UP mengalami kerusakan parah atau ringsek setelah menabrak besi Jembatan Jurug yang terletak di Kecamatan Jebres, Kota Solo. Insiden kecelakaan lalu lintas ini terjadi pada Kamis (19/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Kecelakaan di Jembatan Jurug
Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Solo, Iptu Yuli Nurus Yani, menjelaskan bahwa bus tersebut sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Solo. Kendaraan yang dikemudikan oleh seorang sopir berinisial IF (48) itu melaju dari arah timur, tepatnya dari Karanganyar, menuju ke barat, yaitu Kota Solo. Saat kejadian, terdapat tiga kendaraan lain yang berada di depan bus tersebut.
Yuli menuturkan, pada momen yang sama, sebuah sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B-4354-THR yang dikendarai oleh AFP (24) dan diboncengi oleh FAP (19), warga Mojolaban, Sukoharjo, sedang berhenti di sisi kiri jalan di Jembatan Jurug. Diduga bus Sugeng Rahayu akan mendahului kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kiri, namun karena di sebelah kiri terdapat motor Honda Beat yang berhenti, sopir bus terpaksa membanting setir ke kanan sehingga bus membentur struktur besi jembatan.
Dampak Kecelakaan dan Kondisi Korban
Akibat benturan keras tersebut, bus mengalami ringsek pada bagian depan dan melintang di jalan, sempat menutup akses jembatan. Untungnya, laju bus terhenti oleh tiang jembatan sehingga tidak terjun ke jalan yang berada di bawah jembatan, yang bisa berpotensi menyebabkan insiden lebih parah.
Empat orang dilaporkan menjadi korban dalam kecelakaan ini, yaitu sopir bus berinisial IF (48) yang berasal dari Malang, seorang penumpang bus berinisial S (64) warga Wonogiri, serta pengendara dan pembonceng motor Honda Beat. Semua korban langsung dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut keterangan Yuli, kondisi korban rata-rata mengalami luka ringan dan sedang dalam proses pemulihan.
Insiden ini mengganggu lalu lintas di sekitar Jembatan Jurug untuk sementara waktu, sebelum akhirnya kondisi dapat dinormalkan kembali oleh pihak berwajib. Kecelakaan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara, terutama di malam hari dan di area jembatan yang memerlukan perhatian ekstra.



