Banjir Melanda Sukoharjo, 14 Desa Terendam Air
Kejadian banjir yang datang di tengah malam telah merendam sebanyak 14 desa di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang turun tanpa henti selama sekitar 10 jam, mulai dari pukul 18.00 hingga 04.00 WIB. Akibatnya, ratusan rumah warga tergenang air, dan banyak di antara mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggal untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Empat Kecamatan Terdampak, Sekolah Juga Tergenang
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, banjir melanda empat kecamatan, yaitu Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura. Di Kecamatan Grogol, desa-desa yang terdampak antara lain Manang, Lenganharjo, Madegondo, Sanggrahan, Kwarasan, Gadingan, Cemani, dan Banaran. Sementara itu, di Kecamatan Baki, banjir terjadi di Desa Gentan, Baki Pandeyan, Manuran, dan Jetis.
Di Kecamatan Gatak, wilayah yang terendam meliputi Desa Blimbing, Gatak, Klaseman, Kagokan, Sanggung, Luwang, dan Mayang. Adapun di Kecamatan Kartasura, banjir hanya melanda Desa Jatis. Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menegaskan bahwa tidak hanya rumah warga yang terkena dampak, tetapi juga beberapa sekolah di Kecamatan Grogol dan Baki turut tergenang air.
Kondisi Lapangan: Air Masih Tinggi, Warga Mengungsi di Jalan
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa banjir masih terjadi di sejumlah desa hingga Rabu (15/4/2026). Di Dusun Ngasinan, Desa Kwarasan, ketinggian air mencapai sekitar sepinggang orang dewasa, atau setara dengan 80 sentimeter. Warga setempat, seperti yang diungkapkan oleh Agus, seorang penduduk Ngasinan, mengaku bahwa banjir mulai terjadi pada pukul 24.00 WIB akibat luapan dari dua kali yang melintasi desanya.
Agus menambahkan, ini adalah pertama kalinya kampungnya mengalami banjir dalam empat tahun terakhir. "Semua warga mengungsi di sini, tepatnya di tepi Jalan Ir Soekarno Solo Baru. Kami bahkan terpaksa tidur di tempat pengungsian semalam," ujarnya. Sementara itu, Mbah Mon (68), warga lain yang juga mengungsi, mengungkapkan bahwa air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB, dan dia baru bisa meninggalkan rumah pada pukul 06.00 WIB pagi hari.
Banyak warga yang mengungsi berkumpul di depan ruko yang berada di sepanjang Jalan Ir Soekarno, mencari perlindungan dari genangan air yang semakin meluas. Situasi ini diperparah oleh kemacetan lalu lintas di kawasan Solo Baru, yang juga terdampak banjir. BPBD Sukoharjo terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan kepada korban.



