Banjir di Periuk Tangerang Berangsur Surut, Ketinggian Air Turun dari 5,5 Meter Jadi 2 Meter
Banjir Periuk Tangerang Surut, Air Turun dari 5,5 Meter

Banjir di Periuk Tangerang Mulai Surut, Ketinggian Air Turun Signifikan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyampaikan kabar baik terkait kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut. Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, dilaporkan mulai berangsur surut setelah beberapa hari menggenangi permukiman warga.

Perubahan Ketinggian Air yang Signifikan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa ketinggian air yang sebelumnya mencapai 5,5 meter di beberapa titik kini telah menyusut menjadi sekitar 2 meter. Perubahan ini terpantau berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Warga yang sebelumnya mengungsi juga didominasi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi air berangsur turun. Kecuali para warga yang terdampak di wilayah Kecamatan Periuk," tutur Mahdiar dalam keterangan resminya.

Penyebaran Titik Banjir yang Menyempit

Berdasarkan pantauan terbaru, sebagian besar titik genangan di 11 kecamatan lainnya di Kota Tangerang telah surut. Banjir kini hanya terkonsentrasi di Kecamatan Periuk, yang juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Wilayah-wilayah seperti Cipondoh, Benda, Batuceper, Jatiuwung, Cibodas, Karawaci, Larangan, Karang Tengah, Ciledug, dan Pinang telah dinyatakan bebas dari genangan air.

Di kawasan Periuk sendiri, beberapa lokasi masih terendam air meski ketinggiannya terus berkurang. Kawasan yang terdampak meliputi:

  • Periuk Damai
  • Villa Mutiara Pluit
  • Total Persada Raya
  • Garden City
  • Taman Elang

Upaya Percepatan Pengeringan oleh DPUPR

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang turun tangan untuk mempercepat proses pemulihan. Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan puluhan pompa air di berbagai titik strategis.

"Di kawasan Total Periuk misalnya, terdapat sekitar 20 pompa yang bekerja untuk mempercepat penyedotan air. Sementara di Perumahan Garden City terdapat sekitar delapan pompa, serta enam pompa di kawasan Situ Bulakan. Ini semua saat ini dikerahkan untuk memaksimalkan proses pengeringan," jelas Taufik.

Ia menambahkan bahwa sebagian pompa sempat tidak beroperasi karena terendam banjir, namun perbaikan telah dilakukan dan sebagian besar peralatan kini kembali berfungsi normal.

Dampak Banjir dan Upaya Evakuasi

Banjir yang terjadi sejak Sabtu (7/3) malam ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap, termasuk Kali Angke, Sungai Cirarab, Kali Sabi, Kali Ledug, dan Kali Tengah.

Pada puncaknya, banjir mencapai ketinggian ekstrem di beberapa lokasi:

  1. Perumahan Periuk Damai (RW 008): 5,5 meter
  2. Villa Mutiara Pluit (RW 011): 3 meter
  3. Perumahan Total Persada Raya (RW 008): 3 meter

Berdasarkan data BPBD Kota Tangerang per Senin (9/3/2026), terdapat 22 titik banjir dan genangan di wilayah Periuk yang tersebar di tiga kelurahan: Periuk, Gembor, dan Gebang Raya. Lebih dari 13 ribu jiwa terdampak bencana ini, dengan 6.842 jiwa telah dievakuasi ke berbagai lokasi pengungsian seperti balai warga, masjid, gedung posyandu, dan sarana olahraga.

Meski kondisi mulai membaik, pihak berwenang tetap mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPBD setempat.