Ayah dan Siswi SD Terseret Banjir Lahar Semeru Saat Antar Anak ke Sekolah
Sebuah insiden memilukan terjadi di Lumajang, Jawa Timur, ketika seorang ayah dan putrinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar terseret banjir lahar dingin dari Gunung Semeru. Kejadian ini berlangsung di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kronologi Kejadian yang Menegangkan
Menurut laporan dari detikJatim, insiden bermula saat Anton, sang ayah, mengantar putrinya, Vita, yang merupakan siswi kelas 4 SD, untuk berangkat ke sekolah. Mereka berusaha menyeberangi Sungai Regoyo menggunakan sepeda motor, karena jembatan limpas di desa tersebut telah tertimbun oleh banjir lahar dari Gunung Semeru. Sayangnya, arus banjir yang deras membuat motor yang mereka kendarai terseret, dan kedua korban pun ikut terbawa arus.
Abdul Rohim, salah satu warga yang menyaksikan kejadian itu, mengungkapkan kepada detikJatim pada Senin (23/2/2026), "Sudah apesnya tidak berhenti langsung menyeberang, anaknya sempat terseret sekitar 5 meter lebih." Vita sempat berteriak minta tolong, dan berkat kewaspadaan warga sekitar, mereka berhasil diselamatkan dari bahaya yang mengancam jiwa.
Dampak pada Aktivitas Sekolah
Akibat kejadian ini, Vita terpaksa tidak dapat masuk sekolah di hari pertama setelah libur panjang awal Ramadan. Seragam dan seluruh peralatan sekolahnya basah terendam air banjir, sehingga ia harus kembali ke rumahnya untuk mengganti pakaian dan membersihkan diri. Rohim menambahkan, "Pelajar tersebut tidak bisa melanjutkan ke sekolah karena seragam dan perlengkapan sekolah basah terendam air banjir."
Sungai Regoyo, yang biasanya menjadi jalur penyeberangan alternatif bagi warga, kini menyimpan risiko tinggi akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang belum sepenuhnya mereda. Insiden ini mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan dan penanganan darurat di daerah rawan bencana.