AHY Ungkap Kondisi Korban Selamat Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Dirawat Intensif
AHY: Korban Selamat Kecelakaan Kereta di Bekasi Dirawat Intensif

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan keterangan terkini mengenai kondisi para korban selamat dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kunjungannya ke RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026), AHY menyatakan bahwa para korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kondisi Korban Beragam

AHY mengungkapkan bahwa ia sempat berdialog langsung dengan beberapa pasien. Kondisi mereka bervariasi, mulai dari patah tulang hingga dislokasi di bagian pundak, kaki, dan tangan. Meskipun demikian, para korban masih dapat berkomunikasi dengan baik dan didampingi oleh keluarga masing-masing. "Semua tadi bisa berkomunikasi, ditunggui oleh keluarganya," ujar AHY.

Penanganan Medis Intensif

Menko AHY memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara intensif. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik agar para korban dapat pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. "Intinya kita saat ini ingin memastikan bahwa semua korban bisa menjalani perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mayoritas Korban adalah Pekerja Wanita

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengungkapkan bahwa mayoritas korban adalah perempuan yang berada di gerbong khusus wanita saat kejadian. Mereka rata-rata dalam perjalanan pulang kerja dari berbagai lokasi. "Hampir semua ya perempuan, wanita, tapi ada beberapa laki-laki. Tapi hampir mayoritas tentunya pekerja wanita yang menggunakan KRL gerbong khusus wanita," jelas AHY.

Distribusi Perawatan di 10 Rumah Sakit

Para korban saat ini dirawat dan ditangani di 10 rumah sakit yang tersebar di kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi. Distribusi ini dilakukan untuk mempercepat layanan medis, terutama bagi korban dengan kondisi kritis yang membutuhkan tindakan segera. "Ada di 10 rumah sakit di kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi. Dan saat ini kita berada di RSUD Kota Bekasi," kata AHY.

Pemerintah terus memantau perkembangan kondisi para korban dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan penanganan optimal. Kecelakaan ini menjadi perhatian serius, dan investigasi lebih lanjut tengah dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga