42 Rumah Rusak Akibat Banjir Luapan Sungai di Tenjo Bogor, 3 Lansia Masih Mengungsi
Bencana banjir melanda kawasan Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Minggu kemarin. Kejadian ini disebabkan oleh meluapnya dua sungai utama di wilayah tersebut, yaitu Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen, yang memicu genangan air tinggi dan merusak sejumlah infrastruktur.
Kerusakan Rumah dan Infrastruktur
Hasil sementara dari pemantauan pihak berwenang menunjukkan bahwa sebanyak 42 unit rumah mengalami kerusakan akibat banjir. Rinciannya, 39 rumah mengalami kerusakan ringan, sementara empat rumah lainnya menderita kerusakan berat yang memerlukan perbaikan signifikan. Selain itu, tiga jembatan desa juga terdampak, dengan dua jembatan mengalami kerusakan ringan dan satu jembatan mengalami kerusakan berat yang menghambat akses transportasi.
Bahkan, satu unit pos kamling dilaporkan hilang terseret arus banjir yang deras, menandakan besarnya kekuatan air yang melanda kawasan tersebut. Camat Tenjo, Yudhi Utomo, mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan, tercatat sebanyak 43 kepala keluarga terdampak dalam insiden banjir ini.
Kondisi Pengungsi dan Pendampingan
Sebagian besar warga yang sempat terdampak telah kembali ke kediamannya masing-masing setelah air surut. Namun, masih ada warga yang belum dapat pulang, khususnya para lanjut usia atau lansia yang memerlukan perhatian ekstra. Dari total warga terdampak, kini hanya tersisa tiga orang lanjut usia yang masih berada di pengungsian dan terus mendapatkan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka tetap terjaga, jelas Yudhi Utomo.
Pendampingan ini mencakup pemantauan kesehatan, penyediaan kebutuhan dasar, dan dukungan psikologis untuk membantu mereka melalui masa sulit ini. Pihak berwenang masih bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir luapan susulan, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Kebutuhan Mendesak Warga
Warga terdampak masih memerlukan bantuan mendesak untuk memulihkan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan yang paling diperlukan meliputi:
- Sembako untuk ketahanan pangan
- Selimut dan pakaian harian
- Perlengkapan mandi untuk menjaga kebersihan
- Kebutuhan khusus seperti pampers bayi dan lansia
Bantuan ini sangat krusial untuk meringankan beban warga, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan membutuhkan waktu untuk perbaikan. Pemerintah setempat dan organisasi kemanusiaan diharapkan dapat segera menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Insiden banjir di Tenjo ini mengingatkan akan pentingnya pengelolaan sungai dan kesiapsiagaan bencana di daerah rawan banjir. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang lebih besar di masa mendatang.



