Kepala BGN: 1 Kampus Minimal 1 Dapur MBG, Rektor IPB Sebut Ada Peluang
Kepala BGN: 1 Kampus Minimal 1 Dapur MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan anjuran agar setiap perguruan tinggi memiliki setidaknya satu dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai dapat mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.

Anjuran Kepala BGN

Dalam sebuah acara diskusi pendidikan, Kepala BGN menekankan pentingnya keberadaan dapur MBG di setiap kampus. Menurutnya, dapur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyediaan makanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi gizi bagi mahasiswa.

“Kami menganjurkan setiap kampus memiliki minimal satu dapur MBG. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan akses pangan bergizi di lingkungan pendidikan tinggi,” ujar Kepala BGN.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Rektor IPB

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) menyambut positif anjuran tersebut. Ia menilai kebijakan ini membuka peluang besar bagi kampus, terutama dalam mengembangkan program kewirausahaan dan penelitian di bidang pangan.

“Ada peluang yang bisa dimanfaatkan, seperti pengembangan produk pangan lokal, pelatihan bagi mahasiswa, serta kolaborasi dengan petani dan pelaku UMKM,” kata Rektor IPB.

Rektor IPB juga menambahkan bahwa IPB telah memiliki beberapa dapur serupa yang dikelola oleh mahasiswa dan dosen. Ia optimistis bahwa dapur MBG dapat menjadi model bagi kampus lain di Indonesia.

Manfaat Dapur MBG di Kampus

Keberadaan dapur MBG di kampus diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Menyediakan makanan bergizi bagi mahasiswa dengan harga terjangkau
  • Menjadi laboratorium hidup untuk riset dan inovasi pangan
  • Mendorong kemandirian pangan di lingkungan kampus
  • Meningkatkan kesadaran gizi dan pola makan sehat

Selain itu, dapur MBG juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dari berbagai jurusan, seperti ilmu gizi, teknologi pangan, dan manajemen bisnis. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat solusi masalah gizi masyarakat.

Langkah Selanjutnya

BGN berencana untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk merealisasikan anjuran ini. Program percontohan akan dimulai di beberapa kampus negeri dan swasta yang telah siap secara infrastruktur.

Dengan adanya dapur MBG, diharapkan mahasiswa dapat lebih fokus pada studi tanpa khawatir akan masalah pangan. Kepala BGN menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung pengembangan dapur MBG di kampus sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga