Susu merupakan minuman bergizi yang mudah rusak. Banyak orang bertanya-tanya, kenapa susu bisa cepat basi? Faktor utama adalah kontaminasi bakteri dan aktivitas enzim alami dalam susu. Setelah susu dipasteurisasi, bakteri masih bisa masuk jika tidak disimpan dengan benar. Suhu ruang yang hangat mempercepat pertumbuhan bakteri, menyebabkan susu menjadi asam dan menggumpal.
Ciri-Ciri Susu Basi
Mengenali susu basi penting untuk menghindari konsumsi yang berbahaya. Berikut ciri-cirinya:
- Aroma asam yang menyengat, berbeda dari aroma susu segar.
- Tekstur menggumpal atau berbutir saat dituang.
- Rasa asam atau tidak enak jika diminum sedikit.
- Warna berubah menjadi kekuningan atau tidak merata.
Penyebab Susu Cepat Basi
Beberapa faktor mempercepat pembusukan susu, antara lain:
- Suhu penyimpanan yang tidak stabil atau terlalu hangat.
- Kemasan terbuka lama atau tidak tertutup rapat.
- Paparan cahaya langsung yang merusak nutrisi.
- Kontaminasi silang dari peralatan atau tangan yang kotor.
Untuk mencegah susu cepat basi, simpan susu dalam lemari pendingin pada suhu 4°C atau lebih rendah. Pastikan tutup kemasan rapat setelah digunakan. Jangan menyimpan susu di pintu kulkas karena suhu lebih fluktuatif. Gunakan wadah bersih dan hindari mengembalikan susu yang sudah diminum ke kemasan asli. Dengan perawatan tepat, susu bisa bertahan hingga beberapa hari setelah tanggal kedaluwarsa.



