Di ruang kelas sederhana SD Negeri 077279 Siofabanua, Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara, seorang siswi berusia sembilan tahun membuat haru. Nasya Losefa Zega, siswi kelas III, menuliskan surat berjudul “Surat Cinta untuk Pak Presiden” yang berisi ungkapan rasa bahagia atas kehadiran fasilitas pendidikan lengkap dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah bagi siswa di pulau terluar.
Surat Diserahkan kepada Mendikdasmen
Surat tersebut diberikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja di Nias Utara pada Kamis, 19 Juni 2026. Dengan seragam sekolah rapi, Nasya berdiri di hadapan Abdul Mu’ti sambil menggenggam selembar surat tulisan tangan. Dia berharap surat itu diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Ini kamu tulis sendiri ya?” tanya Abdul Mu’ti saat menerima surat tersebut, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Senin, 22 Juni 2026. “Ya saya tulis sendiri, Pak,” jawab Nasya. Jawaban itu mengundang senyum sekaligus apresiasi dari Abdul Mu’ti. Dia memuji keberanian dan kemampuan Nasya menuangkan pikiran serta perasaannya melalui tulisan tangan. “Bagus sekali. Nanti surat ini akan saya sampaikan langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Mu'ti.
Fasilitas Digital dan MBG Ubah Wajah Sekolah
Dalam suratnya, Nasya bercerita sekolahnya kini telah mengalami perubahan yang membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan berkat adanya renovasi sekolah dan kehadiran interactive flat panel (IFP) atau papan interaktif digital (PID). “Terima kasih, Bapak Presiden. Sekolah kami sekarang sudah direnovasi dan kami belajar menggunakan Papan Interaktif Digital. Saya senang sekali bisa belajar bersama teman-teman,” tulis Nasya dalam suratnya. Namun, surat Nasya tidak hanya berisi ucapan terima kasih. Dia juga menuliskan, “Mohon maaf, ini bukan bermaksud merepotkan Bapak,” ucapnya dalam bait tulisan tersebut.
Kebahagiaan Nasya dan teman-temannya semakin lengkap dengan hadirnya program MBG. Nasya menceritakan bahwa setiap hari dia menunggu kedatangan mobil pengantar makanan yang membawa menu bergizi ke sekolah mereka. Program ini berdampak positif karena membuat Nasya kini bisa menabung uang jajannya untuk membeli perlengkapan sekolah. “Setiap hari kami menikmati makanan yang enak. Uang jajan yang biasanya saya gunakan untuk membeli makan siang sekarang bisa saya tabung untuk membeli perlengkapan sekolah,” ungkap Nasya dalam suratnya.
Janji Sederhana dan Cita-Cita Nasya
Sebelum mengakhiri suratnya, Nasya menuliskan sebuah janji sederhana untuk terus rajin belajar, menghormati guru, dan menyayangi teman-temannya. Dia juga menyimpan cita-cita mulia untuk menjadi seorang guru agar kelak dapat mengajar anak-anak di desanya.



