Tragis! Satu Warga Minsel Tewas Diduga Keracunan Kepiting, 4 Lainnya Dirawat Intensif
Satu Warga Tewas Diduga Keracunan Kepiting di Minsel

Tragis! Satu Warga Minsel Tewas Diduga Keracunan Kepiting, 4 Lainnya Dirawat Intensif

Sebuah insiden tragis mengguncang masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara. Lima warga diduga mengalami keracunan usai menyantap kepiting, dengan satu korban meninggal dunia dan empat lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kronologi Insiden di Desa Tawaang

Kapolsek Tenga Iptu Jusuf Kambey mengonfirmasi bahwa kelima korban merupakan kerabat dan tetangga yang tinggal di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga. Korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Alief Julian Ruru (24 tahun), sementara empat korban lain yang masih dirawat adalah Jeremmy Tilaar, Glen Tilaar, Vivi Lau, dan Siren Patirany.

"Lima warga yang diduga keracunan setelah mengonsumsi kepiting, satu orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dirawat," jelas Jusuf Kambey seperti dilansir dari berbagai sumber pada Senin (20/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Awal Mula Pencarian Ikan di Pantai

Peristiwa bermula pada Kamis (16/4) sekitar pukul 22.00 Wita, ketika Alief dan beberapa rekannya pergi ke Pantai Desa Tawaang untuk mencari ikan. Dalam kegiatan tersebut, Alief menemukan dan membawa pulang beberapa ekor kepiting yang kemudian dimasak dan dikonsumsi bersama pada hari Jumat (17/4).

"Korban bersama teman-temannya pergi ke pantai mencari ikan, lalu korban mengambil kepiting untuk dibawa pulang dan dimasak," ujar Kapolsek Tenga menjelaskan kronologi kejadian.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Setelah mengonsumsi kepiting tersebut, kelima warga mulai mengalami gejala keracunan. Alief Julian Ruru mengalami kondisi paling parah dan akhirnya meninggal dunia. Keempat korban lainnya segera dilarikan ke Rumah Sakit ODSK Manado untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi keempat korban yang dirawat masih dalam pemantauan ketat tim medis. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti keracunan dan jenis zat berbahaya yang mungkin terkandung dalam kepiting yang dikonsumsi.

Peringatan bagi Masyarakat

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya mengonsumsi makanan laut yang tidak diketahui asal-usul dan keamanannya. Kepiting dan seafood lainnya bisa mengandung racun alami atau terkontaminasi zat berbahaya jika berasal dari perairan yang tercemar.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi hasil laut, terutama yang didapat secara mandiri tanpa melalui proses pemeriksaan keamanan pangan yang memadai. Koordinasi antara dinas kesehatan, kepolisian, dan instansi terkait terus dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga