Maraton Makin Populer, Dokter Ingatkan Cek Kesehatan Dulu
Maraton Populer, Dokter Ingatkan Cek Kesehatan

Olahraga maraton semakin populer di Indonesia. Setiap event digelar, ribuan peserta ikut serta. Namun, banyak peserta mengalami blackout hingga meninggal, seperti yang baru-baru ini terjadi di Jakarta.

Pentingnya Cek Kesehatan Sebelum Lomba

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Universitas Brawijaya (UB) Astrid Pramudya menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi tubuh bagi peserta pemula. "Bagi peserta yang baru pertama kali mengikuti perlombaan, perlu mengecek kondisi tubuhnya dulu," ujarnya.

Pemeriksaan meliputi riwayat kesehatan, tekanan darah, dan fungsi jantung. Hal ini untuk mencegah risiko fatal saat berlari.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Risiko Blackout dan Kematian

Blackout saat maraton sering terjadi akibat dehidrasi, kelelahan, atau masalah jantung. Kasus kematian di Jakarta menjadi pengingat akan bahaya ini. Peserta disarankan tidak memaksakan diri dan mengenali batas kemampuan.

Menurut Astrid, persiapan fisik dan mental sangat penting. Latihan rutin sebelum event dapat mengurangi risiko. "Jangan langsung ikut maraton tanpa persiapan," tambahnya.

Tips Aman Berlari Maraton

Beberapa tips aman meliputi: cek kesehatan, latihan bertahap, cukup minum, dan kenali gejala bahaya seperti pusing atau nyeri dada. Jika mengalami gejala tersebut, segera berhenti dan minta bantuan.

Dengan persiapan yang baik, maraton bisa menjadi olahraga yang menyenangkan dan aman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga