Minuman manis seperti es teh, kopi susu, dan soda memang dikenal sebagai sumber utama gula tambahan. Namun, tanpa disadari, makanan yang terasa gurih pun bisa menyumbang asupan gula yang signifikan. Roti, saus tomat, sereal, hingga protein bar termasuk dalam daftar makanan yang mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Gula Tersembunyi di Balik Rasa Gurih
Banyak orang mengira bahwa hanya makanan dan minuman manis yang perlu diwaspadai. Padahal, produsen sering menambahkan gula ke dalam produk gurih untuk meningkatkan cita rasa atau memperpanjang masa simpan. Misalnya, saus tomat kemasan bisa mengandung hingga 4 gram gula per sendok makan. Roti tawar putih juga mengandung gula tambahan, meskipun rasanya tidak manis.
Dikutip dari WebMD (9/1/2024), kondisi ini membuat seseorang sangat mudah mengonsumsi gula secara berlebihan tanpa menyadarinya. Konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Batas Konsumsi Gula Harian yang Dianjurkan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merekomendasikan batas maksimal konsumsi gula harian bagi orang dewasa sebesar 50 gram atau setara sekitar empat sendok makan per hari. Jumlah ini mencakup semua gula tambahan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari.
Sayangnya, tanpa perhitungan yang cermat, batas ini mudah terlampaui. Misalnya, segelas es teh manis bisa mengandung 20-30 gram gula, ditambah saus tomat pada makanan pendamping dan roti untuk sarapan, total asupan gula bisa melampaui 50 gram hanya dalam satu waktu makan.
Cara Mengidentifikasi Gula Tambahan pada Label Kemasan
Untuk menghindari konsumsi gula berlebih, penting untuk membaca label informasi nilai gizi pada kemasan makanan. Gula tambahan dapat muncul dengan berbagai nama, seperti sukrosa, fruktosa, glukosa, sirup jagung, maltosa, dekstrosa, dan lain-lain. Perhatikan juga jumlah gula total per sajian, lalu bandingkan dengan batas harian yang dianjurkan.
Selain itu, pilihlah produk dengan label “tanpa gula tambahan” atau “rendah gula”. Membiasakan diri mengonsumsi makanan segar dan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, juga dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan.
Dampak Kesehatan dari Konsumsi Gula Berlebih
Konsumsi gula tambahan yang melebihi batas harian secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Selain obesitas dan diabetes, gula berlebih juga berkontribusi terhadap kerusakan gigi, gangguan metabolisme, dan perlemakan hati. Oleh karena itu, kesadaran akan sumber gula tersembunyi sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.



