Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait meninggalnya Myta Aprilia Azmy, seorang dokter yang tengah menjalani program internship atau magang. Almarhumah diketahui wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Kronologi Kejadian
Myta Aprilia Azmy adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Selama menjalani program internship, ia dilaporkan bekerja selama tiga bulan tanpa hari libur. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatannya hingga akhirnya ia meninggal dunia. Peristiwa ini pun menarik perhatian publik dan menjadi sorotan serius dari Kemenkes.
Tanggapan Kemenkes
Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kemenkes menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Pihaknya juga turut berbelasungkawa kepada keluarga dan sejawat yang ditinggalkan. Kemenkes menegaskan bahwa mereka akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem program internship dokter di Indonesia.
Kemenkes berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap dokter magang mendapatkan hak dan perlindungan yang layak, termasuk jam kerja yang wajar dan istirahat yang cukup. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dukungan untuk Keluarga
Selain itu, Kemenkes juga menyatakan akan memberikan pendampingan dan dukungan kepada keluarga almarhumah. Pihak rumah sakit tempat Myta bertugas juga telah dimintai keterangan untuk mengklarifikasi kondisi kerja yang dihadapi oleh para dokter internship.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara tugas dan kesehatan bagi tenaga kesehatan, terutama bagi mereka yang masih dalam masa pendidikan atau magang. Kemenkes berjanji akan terus mengawasi dan memperbaiki sistem agar lebih ramah terhadap kesejahteraan dokter muda.



