Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Lebat di Beberapa Kota
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Indonesia pada Sabtu, 20 Juni 2026. Sejumlah kota besar diprakirakan akan mengalami hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Menurut prakirawan BMKG, Nazmi Nariyah, secara umum terdapat daerah konvergensi yang memanjang dari Samudra Pasifik Timur Filipina hingga Samudra Hindia barat Sumatera. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilalui konvergensi atau konfluensi.
Kota dengan Potensi Hujan Sedang hingga Sangat Lebat
BMKG memprakirakan beberapa kota besar berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yaitu Tanjung Pinang, Padang, dan Tanjung Selor.
Kota dengan Hujan Ringan hingga Sedang
Sementara itu, kota-kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Kupang, Sorong, Nabire, dan Jayapura.
Wilayah Berawan
Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini adalah Jakarta, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke.
Informasi Tambahan: Penanganan Karhutla
Pada Kamis, 18 Juni 2026, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa kemampuan Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membaik dalam beberapa siklus El Nino terakhir. Luas karhutla pada El Nino 2015 tercatat sekitar 2,61 juta hektare, turun menjadi 1,64 juta hektare pada 2019, dan kembali menurun menjadi sekitar 1,16 juta hektare pada 2023.
"Dalam dua siklus El Nino terakhir, luas karhutla berhasil ditekan hingga 55,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2015," kata Raja Juli. BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dengan puncak kemarau pada Juli hingga September.



